BMKG Tetapkan Enam Provinsi Prioritas Operasi Modifikasi Cuaca, Kalbar Hadapi Ancaman El Nino

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:30 WIB
KONFERENSI PERS BMKG – Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (tengah), didampingi jajaran BMKG menyampaikan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Selasa (10/6/2026). BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026, dengan sebagian besar wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat, berpotensi mengalami kondisi lebih kering dan lebih panjang dari normal sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan, karhutla, dan gangguan kesehatan. (FOTO: BMKG)
KONFERENSI PERS BMKG – Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani (tengah), didampingi jajaran BMKG menyampaikan pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Selasa (10/6/2026). BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026, dengan sebagian besar wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat, berpotensi mengalami kondisi lebih kering dan lebih panjang dari normal sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan, karhutla, dan gangguan kesehatan. (FOTO: BMKG)

 

PONTIANAK POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kalimantan Barat sebagai salah satu dari enam provinsi prioritas operasi modifikasi cuaca (OMC) menghadapi potensi dampak El Nino. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama kawasan gambut yang rentan mengering saat musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pemerintah memperkuat strategi pencegahan dengan tidak hanya menunggu munculnya titik api. Operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus menekan risiko kebakaran sebelum terjadi.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ketersediaan air bersih bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah dalam antisipasi karhutla. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ketersediaan air bersih bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah dalam antisipasi karhutla. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.)

 

Kalbar Masuk Enam Wilayah Fokus Modifikasi Cuaca

Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026), BMKG menyampaikan kesiapan memperkuat dukungan menghadapi musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino.

Selain Kalimantan Barat, lima provinsi lain yang menjadi prioritas operasi modifikasi cuaca adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Menurut BMKG, wilayah tersebut menjadi perhatian karena memiliki potensi mengalami kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar,” kata Teuku Faisal Fathani.

BMKG Ubah Strategi, Cegah Api Sebelum Kebakaran

BMKG menjelaskan pendekatan menghadapi karhutla kini lebih mengutamakan pencegahan. Pemerintah berupaya menjaga kondisi lahan tetap lembap sebelum terjadi penurunan kadar air tanah yang dapat memicu kebakaran.

Operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menambah curah hujan buatan di wilayah tertentu agar kelembapan tanah tetap terjaga.

“Tidak hanya kita menunggu adanya titik api, kemudian kita padamkan dengan waterbombing, kemudian dengan pemadam yang disemprot, dan sebagainya,” ujar Faisal.

“Tapi ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut,” lanjutnya.

Gambut Kalbar Jadi Perhatian Pencegahan Karhutla

Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena memiliki kawasan gambut luas. Saat musim kemarau berkepanjangan, gambut yang kehilangan kelembapan dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Pencegahan dilakukan melalui pembasahan lahan, pemantauan kondisi cuaca, hingga kesiapan operasi pemadaman apabila ditemukan titik panas.

 

Modifikasi Cuaca Jaga Waduk dan Ketersediaan Air

Selain untuk mencegah karhutla, operasi modifikasi cuaca juga diarahkan untuk menjaga cadangan air nasional.

BMKG bekerja sama dengan BNPB, kementerian terkait, dan pihak swasta untuk membantu pengisian sejumlah waduk yang berfungsi mendukung kebutuhan air bersih, irigasi, dan pembangkit listrik tenaga air.

“Kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” kata Faisal.

Pemerintah menilai ketersediaan air menjadi faktor penting menghadapi dampak El Nino, terutama ketika curah hujan mengalami penurunan.

Prabowo Minta Pemerintah Siaga Hadapi Dampak El Nino

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta jajaran pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi potensi dampak kemarau yang beriringan dengan El Nino.

Arahan tersebut mencakup pengamanan ketersediaan air, kesiapan operasi modifikasi cuaca, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Bagi Kalimantan Barat, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko karhutla yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, dan kualitas udara.

PEMBASAHAN: Relawan Tim Cegah Api (TCA) Greenpeace Indonesia melakukan pembasahan ke tanah gambut yang terbakar di Dusun Bunga Baru, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimant
PEMBASAHAN: Relawan Tim Cegah Api (TCA) Greenpeace Indonesia melakukan pembasahan ke tanah gambut yang terbakar di Dusun Bunga Baru, Desa Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

 

FAQ: Operasi Modifikasi Cuaca dan El Nino

Apa tujuan operasi modifikasi cuaca?

Operasi modifikasi cuaca bertujuan meningkatkan peluang hujan di wilayah tertentu untuk menjaga cadangan air dan membasahi kawasan rawan kebakaran.

Mengapa Kalimantan Barat menjadi prioritas?

Kalbar memiliki wilayah yang rentan terhadap karhutla, termasuk kawasan gambut yang mudah terbakar ketika mengalami kondisi kering.

Apakah El Nino langsung menyebabkan kebakaran?

Tidak. El Nino meningkatkan kondisi kering dan mengurangi curah hujan sehingga risiko kebakaran meningkat apabila terdapat sumber api.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
karhutla kalimantan barat Lahan Gambut Kalbar BMKG El Nino Kalbar Operasi Modifikasi Cuaca pencegahan kebakaran hutan