Menteri KLH Jumhur Hidayat: Pemda Jangan Tunggu Kebakaran, Gambut Harus Terus Dibasahi

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:40 WIB
Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menanam bibit durian di kawasan sekat kanal yang dibangun di Desa Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menanam bibit durian di kawasan sekat kanal yang dibangun di Desa Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (18/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

PONTIANAK POST – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan pembasahan kawasan rawan terbakar. Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menunggu munculnya titik api untuk melakukan tindakan. Menurutnya, pendinginan lahan perlu dilakukan sejak awal agar potensi kebakaran dapat ditekan.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran baru bertindak, kita harus langsung melakukan tindakan pendinginan untuk mengantisipasi potensi timbulnya api,” kata Jumhur usai seminar “Membedah Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo Penanggulangan Kerusakan Lingkungan” di Kampus Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Selasa.

Kubu Raya Masuk Daerah Prioritas Penanganan Karhutla Gambut

KLH memasukkan sejumlah wilayah berbasis gambut sebagai daerah prioritas pengendalian karhutla. Selain Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat, wilayah lain yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Pelalawan di Riau dan sejumlah kawasan di Sumatera Selatan.

Menurut Jumhur, kawasan gambut membutuhkan perhatian khusus karena memiliki karakter yang berbeda dibandingkan lahan mineral.

Saat gambut kehilangan kelembapan akibat cuaca panas berkepanjangan, material organik di dalamnya dapat mengering dan mudah terbakar.

“Karena gambut itu enggak boleh enggak dialiri, enggak dibasahi. Kalau dia kering langsung bisa terbakar,” ujar Jumhur.

Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama personel BPBD Kalbar, TNI, Polri, PMI, dan relawan berjibaku memadamkan karhutla yang hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah warga di Komplek Bumi Serdam Indah, Sungai Raya, Sabtu (25/7/2026).
Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama personel BPBD Kalbar, TNI, Polri, PMI, dan relawan berjibaku memadamkan karhutla yang hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah warga di Komplek Bumi Serdam Indah, Sungai Raya, Sabtu (25/7/2026).

 

Pemda Diminta Siram Gambut, Lahan Mineral, hingga TPA

Instruksi KLH tidak hanya menyasar kawasan gambut. Pemerintah daerah juga diminta melakukan penyiraman pada lahan mineral dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang berpotensi menjadi sumber kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan permukaan tanah serta mencegah munculnya api akibat kondisi kering.

KLH menilai pencegahan dini lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas karena karhutla di kawasan gambut membutuhkan waktu dan sumber daya besar untuk dipadamkan.

Sekat Kanal Jadi Strategi Jaga Air Gambut

Selain penyiraman, KLH juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal.

Infrastruktur tersebut berfungsi mempertahankan ketersediaan air di kawasan gambut sehingga lahan tidak cepat mengering saat musim kemarau.

Dengan kondisi gambut tetap basah, risiko kebakaran dapat dikurangi karena api lebih sulit menyebar.

El Nino Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla Kalbar

Ancaman karhutla tahun ini meningkat seiring potensi musim kemarau yang berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan curah hujan dan meningkatkan hari tanpa hujan di sejumlah wilayah.

Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah karena memiliki kawasan gambut luas dan sejumlah wilayah yang secara historis menghadapi kebakaran lahan.

 

Pencegahan Jadi Kunci Lindungi Warga dari Dampak Asap

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat.

Asap kebakaran dapat mengganggu kualitas udara, aktivitas sekolah, transportasi, hingga kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Karena itu, pemerintah menilai keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran.

Mulai dari menjaga lahan tetap basah, tidak melakukan pembakaran terbuka, hingga melaporkan titik api secara cepat menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi musim kemarau. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Karhutla Kubu Raya Lahan Gambut Kalbar KLH minta pemda basahi gambut pembasahan gambut el nino