Kematian Misterius Sutrimo, Polisi Libatkan Puslabfor untuk Ungkap Penyebab

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 23:55 WIB
Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

 

PONTIANAK POST – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan memperkuat penyelidikan kematian diduga kepala rumah tangga eks-Jampidsus Febrie Adriansyah bernama Sutrimo dengan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban yang dinilai tidak wajar melalui pendekatan scientific crime investigation.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan tim forensik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7/2026) dan mengumpulkan sejumlah sampel yang akan diperiksa di laboratorium.

"Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya," kata Budi, Rabu (29/7/2026).

 

Puslabfor Teliti Barang Bukti Secara Ilmiah

Menurut Budi, tim Puslabfor mengamankan sejumlah sampel dan barang bukti dari lokasi kejadian untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan dilakukan guna mencari petunjuk ilmiah yang dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban.

Selain pemeriksaan laboratorium, penyidik gabungan juga terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.

"Selain melakukan investigasi berbasis ilmiah (scientific crime investigation) bersama Puslabfor, tim penyidik gabungan juga terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan tambahan," ujarnya.

Hingga kini, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga mengumpulkan berbagai informasi yang dinilai relevan dengan peristiwa tersebut.

Barang Bukti Diamankan dari Lokasi

Sebelumnya, polisi melakukan olah TKP di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat jenazah Sutrimo ditemukan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, personel Puslabfor memasuki area klinik dengan membawa perlengkapan pemeriksaan forensik. Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain sebuah kotak hitam, bantal dengan sprei hijau, serta beberapa benda lain yang dikemas dalam plastik bening untuk kepentingan pemeriksaan.

Setelah proses olah TKP selesai, petugas membuka garis polisi yang sebelumnya dipasang di pintu masuk klinik.

Penyelidikan Dilakukan Secara Transparan

Polda Metro Jaya menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan agar penyebab kematian korban dapat dipastikan berdasarkan bukti ilmiah, bukan spekulasi.

"Seluruh temuan didalami secara cermat dan transparan demi memastikan penyebab pasti kematian korban secara objektif," kata Budi.

Polisi mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kematian Sutrimo Puslabfor Polri scientific crime investigation olah tkp polda metro jaya