PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai moda transportasi di Indonesia akan beralih menggunakan tenaga listrik pada masa mendatang. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem energi hijau dan energi terbarukan sebagai fondasi transformasi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
"Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik, truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," kata Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi sektor transportasi. Pemerintah tengah mendorong konversi kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik secara bertahap, terutama sepeda motor, sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Baca Juga: Prabowo: Motor Listrik Nasional Akan Diluncurkan dalam Beberapa Pekan
Selain itu, pemerintah juga terus membangun ekosistem kendaraan listrik melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian berbagai insentif untuk memperluas adopsi kendaraan listrik.
Presiden Prabowo sebelumnya juga menyampaikan harapan agar Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028, setelah kemampuan produksi bus dan truk listrik dalam negeri terus berkembang. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri kendaraan listrik nasional berbasis energi bersih.
Transportasi Listrik Jadi Bagian Transformasi Energi
Prabowo menjelaskan, pengembangan transportasi berbasis listrik merupakan bagian dari arah pembangunan energi nasional yang mengedepankan pemanfaatan energi hijau dan energi terbarukan.
Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya menyasar sektor perkeretaapian, tetapi juga kendaraan angkutan barang, angkutan umum, kendaraan pribadi, hingga sepeda motor.
Revitalisasi Stasiun Dinilai Perkuat Pariwisata
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menilai kereta api memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata nasional.
Ia mengapresiasi langkah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang merevitalisasi ratusan stasiun kereta api karena dinilai dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga nilai sejarah.
"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, bangunan stasiun bersejarah mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap wisata sejarah dan budaya.
Pelestarian Sejarah Harus Berjalan Bersama Transformasi
Prabowo menegaskan pelestarian bangunan bersejarah tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pembangunan nasional.
Ia menilai pembangunan dan pelestarian dapat berjalan beriringan untuk memperkuat identitas bangsa.
"Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi," katanya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Prabowo Umumkan Percepat Kereta Trans Kalimantan, Tantang Kemenhub-PT KAI
Presiden Minta Kawasan Stasiun Lebih Bersih dan Tertata
Selain revitalisasi bangunan, Prabowo meminta pembenahan kawasan stasiun dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan.
Menurutnya, wajah fasilitas publik yang terawat akan memperkuat citra Indonesia sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
"Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tuturnya.
Prabowo menambahkan, pembenahan infrastruktur transportasi yang dibarengi pelestarian bangunan bersejarah diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata di berbagai daerah sekaligus mendukung transformasi nasional melalui penyediaan fasilitas publik yang lebih baik.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara