PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto menargetkan persoalan sampah di seluruh Indonesia dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Target tersebut mencakup upaya membersihkan sungai, kali, dan saluran air sebagai bagian dari peningkatan kualitas lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata nasional.
Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden.
"Dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah di seluruh Indonesia. Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih," kata Prabowo.
Target penyelesaian persoalan sampah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menargetkan 100 persen sampah nasional dapat dikelola pada 2029.
Untuk mencapainya, pemerintah menerapkan strategi dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan pengurangan dan pemilahan sampah, pengembangan TPS3R dan TPST, hingga pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) serta Waste to Energy (WTE) untuk mengolah sampah menjadi energi.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah untuk Perkuat Layanan Kebersihan
Lingkungan Bersih Dinilai Perkuat Daya Tarik Wisata
Prabowo mengatakan kebersihan lingkungan dan kelestarian alam menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di berbagai daerah.
Menurutnya, kawasan wisata yang bersih dan tertata akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menarik.
Presiden Minta Hutan dan Pohon Tetap Dijaga
Selain persoalan sampah, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari upaya melindungi lingkungan.
Ia meminta penebangan pohon tidak dilakukan secara sembarangan dan mendorong gerakan penanaman pohon dalam skala besar.
"Alam harus dijaga. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru," ujarnya.
Komitmen penanaman pohon yang disampaikan Presiden sejalan dengan target pemerintah memulihkan sekitar 12 juta hektare lahan kritis secara bertahap.
Komitmen tersebut ditegaskan kembali Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan ekosistem nasional dan mitigasi perubahan iklim.
Kepala Daerah Diminta Aktif Menjaga Kebersihan
Presiden juga mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh instansi terkait memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang bersih.
"Saya anjurkan gubernur, bupati, wali kota, semua instansi di bidang masing-masing, lestarikan alam, jaga kebersihan," kata Presiden.
Prabowo menegaskan, lingkungan yang bersih dan asri menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan daya tarik wisata di daerah.
Baca Juga: Pemkab Sintang Benahi TPA Nenak, Pengelolaan Sampah Beralih dari Open Dumping ke Sanitary Landfill
Revitalisasi Stasiun dan Kereta Wisata Dukung Pariwisata
Dalam kunjungan tersebut, Presiden meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang yang telah selesai dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Revitalisasi bangunan bersejarah itu merupakan yang pertama sejak dilaksanakan pada periode Mei hingga Desember 2025.
Usai peresmian, Prabowo menjajal layanan Kereta Nusantara Explorer, layanan terbaru PT KAI yang disiapkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Dari Kota Semarang, Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Nusantara Explorer menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara