Wapres Gibran Dorong Sinergi SMK dan Kampus di Industri EV, Sebut Motor Listrik Solusi Pangkas Impor BBM

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:16 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

PONTIANAK POST - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam mempercepat pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menurutnya, penyelarasan kurikulum, penguatan riset, hingga keterlibatan langsung pelaku industri menjadi langkah konkret untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi kebutuhan industri sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Pemerintah Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Hal itu disampaikan Wapres Gibran saat mengunjungi PT Tangkas Motor Listrik Assembly Factory di Kabupaten Tangerang, Banten, bersama siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Yamaha Aerox-e Resmi Meluncur di India, Skutik Listrik Sporty Dibanderol Sekitar Rp52 Juta

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Gibran mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui peningkatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Pemerintah terus mendorong percepatan pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui peningkatan sinergi antara pendidikan dan industri untuk mendukung transisi energi serta mengurangi impor BBM,” tulis Gibran dalam unggahannya.

Ia menilai kolaborasi riset dan penyelarasan kurikulum menjadi aspek penting agar lulusan pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kurikulum Harus Nyambung dengan Kebutuhan Industri

Dalam dialog bersama mahasiswa, siswa SMK, guru, dan dosen di lokasi kunjungan, Gibran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama yang lebih erat antara institusi pendidikan dan pelaku industri.

Baca Juga: Motor Listrik Lokal Masuki Segmen Performa, Charged Ndara Bawa Tenaga 11 kW dan Baterai Type 2

“Apa sih harapan Bapak dari industri dan juga mungkin dari negara yang bisa kita lakukan secara konkret dari teman-teman mahasiswa, SMK-SMK? Kontribusi apa yang bisa kita kasih ke industri ini?” tanya salah seorang siswa saat sesi diskusi.

Gibran kemudian menegaskan bahwa ke depan pemerintah ingin menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sekolah dan industri, tidak hanya dalam praktik kerja, tetapi juga pada aspek riset dan penyusunan kurikulum.

“Mahasiswa, semua pelajar, guru, dosen yang ada di sini, kita ke depan ingin semua yang ada di sini bisa berpartisipasi. Jadi antara industri, pelaku industri, dan sekolah-sekolah bisa bekerja sama. Entah risetnya, entah nanti mungkin bisa terkait kurikulum bisa disesuaikan dengan yang ada sekarang,” ujar Gibran.

Menurutnya, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga materi pembelajaran di sekolah harus mengikuti kebutuhan industri.

“Sekarang kan semuanya serba cepat. Jadi yang dipelajari di sekolah harus nyambung dengan apa yang ada di industri. Jadi nanti kita ingin industri juga berkontribusi ke dunia pendidikan,” katanya.

Motor Listrik Dinilai Jadi Solusi Kurangi Impor BBM

Selain menyoroti pentingnya penguatan SDM, Gibran juga menekankan perlunya meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan kendaraan listrik.

Baca Juga: Bukan Cuma Penonton, Kemenperin Libatkan IKM Lokal dalam Industri Motor Listrik Nasional

Menurutnya, kendaraan listrik tidak hanya menawarkan manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi ketahanan energi nasional.

“Saya kira nanti edukasi pasar terkait ini juga awareness tentang pentingnya motor listrik, mobil listrik. Selain lebih ramah lingkungan dan lain-lain, kita ke depan harus melakukan penghematan impor minyak, impor BBM. Jadi solusinya salah satunya adalah motor listrik,” ujar Gibran.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri akan mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor otomotif berbasis energi bersih.

Editor : Miftahul Khair
kampus smk impor BBM Motor Listrik Wapres Gibran