Pemadaman Listrik di Kalteng dan Kalsel Disorot, Anggota DPD RI Minta Direksi PLN Pusat Turun Tangan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:28 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik. (SYNERGY SOLUSI) 
Ilustrasi pemadaman listrik. (SYNERGY SOLUSI) 

PONTIANAK POST - Anggota DPD RI Agustin Teras Narang mendesak Direksi PT PLN (Persero) segera turun tangan menyelesaikan persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Menurutnya, gangguan pasokan listrik yang terus berulang telah memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan kerugian besar bagi dunia usaha.

Teras Narang Minta Direksi PLN Beri Penjelasan Langsung

Pernyataan tersebut disampaikan Teras Narang melalui unggahan di akun Instagram DPD RI Kalteng (31/7), menanggapi kondisi kelistrikan di Kalimantan yang belakangan menjadi sorotan publik.

Baca Juga: IKAMI Sulsel dan Mahasiswa Mempawah Ancam Demo PLN Akibat Pemadaman Listrik Berkepanjangan

Menurut mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu, penjelasan mengenai penyebab pemadaman tidak cukup hanya disampaikan oleh jajaran PLN di daerah. Direksi PLN di tingkat pusat juga diminta memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Direksi PLN harus menjelaskan secara langsung situasi kelistrikan di Kalimantan. Penjelasan dari daerah perlu diimbangi oleh pusat, mengingat kondisi kelistrikan menjadi krusial untuk dijamin keandalannya bagi kepentingan publik,” ungkapnya.

Pemadaman Dinilai Rugikan Dunia Usaha

Teras Narang menilai pemadaman bergilir telah memicu kemarahan masyarakat, termasuk aksi demonstrasi di Palangka Raya. Kondisi tersebut, katanya, menunjukkan meningkatnya frustrasi publik akibat terganggunya keandalan sistem kelistrikan.

Ia menyebut dampak pemadaman tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik stabil untuk menjalankan aktivitas bisnis.

Baca Juga: Usai Pemadaman Listrik Singkawang, Ini Tiga Kesepakatan DPRD dan PLN: Termasuk Kompensasi Konsumen

Menurutnya, pemadaman yang intens bahkan dilaporkan menyebabkan ribuan unggas milik peternak ayam mati serta mengganggu ritme operasional berbagai sektor usaha.

“Untuk itu perlu evaluasi atas jajaran PLN yang ada di wilayah Kalsel dan Kalteng, terutama karena imbas dari pemadaman listrik yang intens ini telah memicu kematian ribuan unggas peternak ayam hingga merusak ritme kerja bisnis yang mengandalkan stabilitas dan keandalan listrik,” katanya.

Evaluasi dan Transparansi Jadi Harapan

Selain meminta evaluasi terhadap jajaran PLN di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Teras Narang juga menekankan pentingnya transparansi apabila sumber persoalan kelistrikan berasal dari tingkat pusat.

Ia berharap pemerintah memastikan ketahanan energi menjadi prioritas utama, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.

Editor : Miftahul Khair
Teras Narang pemadaman listrik dpd ri kalteng kalsel