PONTIANAK POST – Tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8), meninggalkan duka bagi ratusan keluarga penumpang. Hingga Minggu petang, lima orang dilaporkan meninggal dunia, 227 penumpang berhasil diselamatkan, sementara 40 orang lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar itu mengangkut 271 orang sesuai manifes, terdiri atas 232 penumpang, 26 awak kapal, dan 13 personel lainnya. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB.
Penumpang Bertahan di Haluan, Sebagian Terjun ke Laut
Informasi awal diterima Basarnas pada pukul 08.25 WIB dari PT Atosim Lampung Pelayaran setelah perusahaan memperoleh laporan dari nahkoda. Setelah menyampaikan laporan awal, nahkoda tidak lagi dapat dihubungi.
Kasihumas Polres Sumenep Ipda Ach Putrawardana mengatakan proses penyelamatan segera dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
"Hingga kemarin proses penyelamatan masih berlangsung," ujarnya.
Berdasarkan komunikasi radio maritim SROP Kalianget, penumpang sempat berkumpul di haluan dan anjungan kapal untuk menyelamatkan diri. Sebagian lainnya terpaksa melompat ke laut menggunakan jaket pelampung dan sekoci demi menghindari kobaran api.
Ratusan Personel Dikerahkan, Rumah Sakit Disiagakan
Kapolres Sumenep langsung menuju Pelabuhan Kalianget untuk memantau penanganan sekaligus mengoordinasikan langkah darurat.
Posko terpadu didirikan di Pelabuhan Kalianget. Kasatpolair berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, dan masyarakat untuk mendukung operasi SAR serta mengamankan area sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Sidokkes Polres Sumenep berkoordinasi dengan RSUD dr. Moh. Anwar, RSI Garam Kalianget, dan BHC Sumenep untuk menyiapkan penanganan medis bagi korban.
Di Pelabuhan Kalianget, ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, BMKG, pemerintah daerah, hingga tenaga kesehatan disiagakan. Puluhan ambulans juga telah ditempatkan untuk mempercepat penanganan korban.
Lima Meninggal, Ratusan Berhasil Diselamatkan
Hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 232 orang telah berhasil dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, 227 orang selamat, sedangkan lima korban dinyatakan meninggal dunia. Sisanya masih dalam proses pencarian.
Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, di antaranya KM Meratus Project 3, KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Prakarsa Mas, Transko Arafura, SC Aila 17, Aicon Daniel, dan Selaras Emas.
Hingga Minggu (2/8) pukul 17.00 WIB, Basarnas Surabaya mencatat 232 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 227 penumpang selamat dan lima korban meninggal dunia. Operasi SAR gabungan masih terus dilanjutkan untuk mencari puluhan penumpang yang belum ditemukan.
Tim penyelamat mengerahkan KN SAR Permadi, kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi, serta unsur TNI AL, Polairud, KSOP, dan instansi terkait dalam proses evakuasi. Sementara itu, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan oleh otoritas berwenang dan belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber api.
Keluarga Menunggu Kabar dengan Penuh Kecemasan
Di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, suasana haru menyelimuti ruang tunggu Terminal Gapura Surya Nusantara. Puluhan keluarga korban terus menunggu kepastian nasib anggota keluarganya yang berada di atas kapal.
Fauzi, misalnya, mencari kabar adiknya, Rizmanto alias Rinto, sopir truk asal Sumenep yang ikut berlayar mengawal kendaraan ekspedisi menuju Makassar.
"Kami tidak berani berandai-andai. Adik saya kemungkinan tertidur di dalam truknya dan kami masih menunggu kepastian resmi dari petugas," katanya.
Komunikasi terakhir Rinto dengan istrinya terjadi pada Sabtu malam sebelum kapal bertolak. Sejak kabar kebakaran menyebar, telepon genggamnya tak lagi dapat dihubungi.
Kecemasan serupa dirasakan Candra Eko yang berulang kali mencoba menghubungi dua adiknya, Aris dan Antok, yang bekerja sebagai sopir dan co-driver truk ekspedisi.
"Saya ingin sekali langsung menjemput adik saya, tapi sampai sekarang ponselnya belum bisa dikontak sama sekali," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ria Daeng Ngajo juga datang ke pelabuhan untuk mencari pamannya, Taufik, setelah mendapat telepon dari sang tante di Makassar yang panik melihat video kebakaran kapal.
"Semua keluarga korban yang di sini saling menguatkan," katanya.
Pelindo Siapkan Posko Terpadu untuk Korban
Pelindo Regional 3 membuka posko terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara guna mempercepat layanan bagi korban dan keluarga.
Fasilitas yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat, serta dukungan identifikasi korban.
Empat kapal evakuasi dijadwalkan sandar secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Perak. Pelindo juga menyediakan dermaga khusus agar proses debarkasi korban berlangsung lebih cepat.
Selain itu, korban selamat yang hendak melanjutkan perjalanan maupun kembali ke daerah asal akan difasilitasi transportasi gratis menuju terminal bus atau stasiun kereta api di Surabaya.
PT Atosim Lampung Pelayaran menyatakan telah melaporkan insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 kepada Basarnas setelah menerima informasi dari nahkoda kapal. Hingga Minggu (2/8), perusahaan belum menyampaikan keterangan mengenai penyebab kebakaran. Sementara itu, penyebab pasti insiden juga masih dalam penyelidikan oleh otoritas terkait.
Sesuai tugasnya, KNKT akan melakukan investigasi untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan dan menyusun rekomendasi keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang, bukan untuk menentukan kesalahan atau pertanggungjawaban pidana. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro