PONTIANAK POST- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengembangan program budi daya ikan tematik sebagai strategi mendukung penyediaan protein bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan produksi perikanan budi daya, memperluas pasar hasil panen, dan menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan program tersebut dirancang sebagai model pengembangan perikanan budi daya yang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi desa. Melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan, pembudidaya diharapkan memperoleh kepastian usaha sekaligus jaminan pasar bagi hasil produksinya.
"Melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan, hasil produksi perikanan memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat," ujar Trenggono dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Senin.
Bioflok Lele Pasok Kebutuhan Program MBG
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, KKP mengembangkan budi daya ikan lele berbasis teknologi kolam bioflok di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebanyak 24 unit kolam bioflok berdiameter empat meter telah dibangun untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha budi daya.
Produksi lele dari kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sumber pasokan protein bagi empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Kamolan, Banjarejo, Mojowetan, dan Gempolrejo.
Menurut Trenggono, keterhubungan antara sentra produksi dengan SPPG akan menciptakan kepastian pasar bagi pembudidaya sekaligus memperkuat rantai pasok bahan pangan bergizi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di daerah.
Didorong Jadi Model Nasional
Selain mendukung kebutuhan protein masyarakat, program budi daya ikan tematik juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor perikanan budi daya, memperkuat pendapatan masyarakat, serta mendukung target swasembada pangan nasional.
"Model budi daya ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi komoditas unggulan masing-masing wilayah, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.
Program budi daya ikan tematik merupakan bagian dari strategi KKP dalam mengembangkan kawasan perikanan budi daya yang produktif, efisien, dan berkelanjutan melalui integrasi produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil panen untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan model tersebut, pemerintah berharap sektor perikanan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara