2,23 Hektare Terumbu Karang Berhasil Direhabilitasi Pupuk Kaltim Lewat Program Konservasi Dipresentasikan pada Forum Internasional ICRS 2026

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Penyelam melakukan transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur. (ANTARA/HO-Pupuk Kaltim)
Penyelam melakukan transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur. (ANTARA/HO-Pupuk Kaltim)

PONTIANAK POST- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil merehabilitasi terumbu karang seluas 2,23 hektare di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, melalui program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2011. Keberhasilan tersebut dipresentasikan dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru.

Perwakilan Delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina mengatakan program rehabilitasi dilakukan melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

“Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang,” kata Astri dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Pulihkan Ekosistem dan Libatkan Masyarakat

Program konservasi tersebut berawal dari kondisi terumbu karang di perairan Bontang yang mengalami kerusakan lebih dari 50 persen akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Selama pelaksanaannya, Pupuk Kaltim mengembangkan berbagai upaya rehabilitasi, mulai dari pemasangan modul terumbu buatan, transplantasi karang, hingga melibatkan kelompok masyarakat pesisir dalam proses pembangunan, penenggelaman modul, dan pemantauan kawasan.

Hingga 2025, kawasan rehabilitasi di Tebok Batang telah mencatat keberadaan 57 famili ikan karang dan 69 genus karang. Dari total kawasan seluas 10 hektare yang telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), area yang berhasil direhabilitasi mencapai 2,23 hektare.

Menurut Astri, kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi contoh konservasi berbasis kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui keterlibatan aktif para nelayan.

Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.

Wakili Indonesia di Forum Internasional

Keberhasilan program tersebut dipaparkan dalam ICRS 2026 yang diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara, terdiri atas ilmuwan, akademisi, praktisi konservasi, hingga pembuat kebijakan. Dalam forum itu, Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai restorasi terumbu karang berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pupuk Kaltim mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi lisan berjudul Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration serta poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance. Kedua karya tersebut menampilkan pendekatan perusahaan yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, tata kelola, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam program restorasi terumbu karang.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat program konservasi melalui pengembangan coral nursery, konservasi padang lamun, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menegaskan partisipasi perusahaan dalam ICRS 2026 menjadi wujud komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 mengenai ekosistem laut.

Kami percaya masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga,” ucap Anggono. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
ICRS terumbu karang konservasi pupuk kaltim Rehabilitasi