Petani di Jakarta Minta Bantuan Paranet untuk Mengurangi Dampak Musim Kemarau

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Seorang petani padi saat menyemprot pestisida untuk menghilangkan hama. ANTARA/Khaerul Izan (M)
Seorang petani padi saat menyemprot pestisida untuk menghilangkan hama. ANTARA/Khaerul Izan (M)

PONTIANAK POST- Petani di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, berharap pemerintah memberikan bantuan sarana penunjang pertanian untuk mengurangi dampak musim kemarau dan cuaca panas ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga September. Kondisi tersebut dinilai mulai menekan produktivitas lahan dan menyebabkan penurunan hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Kebun Guyub Sundiro RW 014 Kelurahan Rorotan, Candra Putra Jaya, mengatakan bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah paranet atau jaring peneduh agar tanaman tidak mudah layu akibat paparan sinar matahari yang tinggi.

Kami berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan berupa paranet atau jaring anti panas sebagai peneduh tanaman, kata Candra di Jakarta, Senin.

Panen Menurun, Penyiraman Ditingkatkan

Candra mengungkapkan suhu udara yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat tanaman lebih cepat layu sehingga hasil panen mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen.

Menurutnya, keberadaan paranet akan membantu menjaga kondisi tanaman tetap optimal meski cuaca panas masih berlangsung.

Kalau ada bantuan alat peneduh tentu tanaman tidak akan terlalu layu meski cuaca panas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tanah yang semakin kering membuat petani harus melakukan penyiraman dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Beruntung, lahan pertanian di kawasan tersebut telah memiliki sumur resapan sehingga kebutuhan air masih dapat terpenuhi.

Meski demikian, para petani berharap pemerintah menambah jumlah sumur resapan untuk memperkuat ketersediaan air selama musim kemarau.

Selain bantuan sarana, Candra mengaku petani juga mendapat pendampingan dari Pemerintah Kota Jakarta Utara terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman yang kerap muncul pada musim kemarau agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Petani Diarahkan Tanam Komoditas Tahan Kering

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit, mengatakan pihaknya terus mendampingi petani agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

Petani, kata dia, diarahkan menanam komoditas yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan, sebagai langkah mengurangi risiko selama musim kemarau.

Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan,” kata Novy.

Ia menambahkan, kondisi tanaman padi di wilayah Rorotan masih relatif aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan mendatang. Menurutnya, kebutuhan air terbesar pada tanaman padi terjadi pada awal masa tanam, sedangkan saat ini tanaman sudah mendekati masa panen sehingga cuaca kering justru mendukung proses panen.

Setelah panen selesai, penanaman kembali akan dilakukan pada awal musim hujan sesuai siklus tanam yang telah direncanakan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
paranet petani sumur resapan produktivitas Kemarau