Perkuat Sektor Pangan dan Digital, Indonesia-Tailan Adopsi Peta Jalan Kemitraan 2026-2030

Miftahul Khair • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). (BAKOM RI)
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8). (BAKOM RI)

PONTIANAK POST — Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Tailan resmi memperluas jangkauan kerja sama strategis di berbagai bidang sentral, mulai dari penguatan ketahanan pangan, transisi energi, akselerasi ekonomi digital, hingga konektivitas antarwilayah.

Komitmen bersama tersebut disepakati dalam tatap muka bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kedua negara sepakat mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki demi menjawab tantangan global sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Prabowo dan PM Tailan Targetkan Nilai Perdagangan USD 20 Miliar Lewat Roadmap Kemitraan Strategis 2030

Dalam forum tersebut, isu ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama yang disepakati untuk diperkuat secara berkesinambungan.

"Kita juga sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan, mulai dari teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," kata Prabowo.

Selain ketahanan pangan, diplomasi kedua negara turut menyasar sektor energi. Indonesia dan Tailan mendorong pembentukan Indonesia–Thailand Energy Forum sebagai wadah komunikasi guna memperkokoh ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi energi bersih melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

Sinergi juga diperluas ke ranah ekonomi digital seiring dengan cepatnya perubahan lanskap ekonomi global. Guna memangkas biaya operasional dan efisiensi arus perdagangan maupun investasi, kedua belah pihak berkomitmen mengintensifkan skema Local Currency Transaction (LCT) atau penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.

Baca Juga: Teras Narang Sambut Tantangan Prabowo Bangun Kereta Api Trans Kalimantan, Sebut Kajian Sudah Tuntas

Tak hanya itu, pengembangan sektor industri halal juga menjadi ceruk potensial yang siap digarap bersama mengingat kekuatan yang dimiliki masing-masing negara.

“Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Tailan dapat saling mendukung dalam membangun rantai industri halal regional dan global," ujar Prabowo.

Pada aspek konektivitas dan pariwisata, Pemerintah Indonesia menyambut hangat dibukanya rute penerbangan langsung anyar untuk penerbangan Jakarta–Bangkok serta Denpasar–Phuket. Langkah ini diyakini bakal menggairahkan sektor pariwisata, mempererat relasi antarwarga (people-to-people contact), serta membuka keran investasi yang lebih luas.

Adopsi Kemitraan Strategis 2026–2030

Pertemuan tingkat tinggi ini melahirkan sejumlah kesepakatan konkret yang menjadi panduan hubungan diplomatik kedua negara untuk periode beberapa tahun ke depan.

Salah satu hasil penting adalah disahkannya peta jalan kemitraan strategis yang memuat poin-poin kolaborasi antarnegara.

"Pertemuan hari ini juga menghasilkan sejumlah capaian konkret, yaitu adopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Tailan 2026–2030 sebagai panduan bersama untuk memperkuat kerja sama bilateral ke depan," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Minta Investasi Kereta Api Ditingkatkan, DPR Ingatkan Butuh Anggaran Besar Buat Sektor Keselamatan

Penandatanganan MoU Pendidikan

Guna menyempurnakan kesepakatan di sektor ekonomi dan energi, Indonesia dan Tailan turut menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang pendidikan.

Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan daya saing dan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat berbagai program edukasi terpadu.

“Penandatanganan MoU di bidang pendidikan untuk mempererat kerja sama pengembangan sumber daya manusia kedua negara," pungkas Prabowo.

Editor : Miftahul Khair
perdana menteri tailan Anutin Charnvirakul kerja sama strategis Presiden Prabowo