PBNU Finalisasi Data Peserta Muktamar, PCNU Landak Dukung KH Marsudi Syuhud Maju sebagai Ketua Umum

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 22:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

 

PONTIANAK POST – Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dukungan terhadap KH Marsudi Syuhud untuk maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengalir dari berbagai daerah. Dari Kalimantan Barat, PCNU Landak menilai tokoh senior NU sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu memiliki kapasitas, rekam jejak, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Landak, Eko Santoso, yang menilai kepemimpinan PBNU ke depan membutuhkan figur yang memahami organisasi sekaligus mampu menjaga marwah NU di tingkat nasional maupun internasional.

PCNU Landak Nilai Marsudi Punya Rekam Jejak Kuat

Eko mengatakan KH Marsudi Syuhud merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi NU dan telah menunjukkan kiprahnya di berbagai tingkatan.

"Beliau jelas latar belakangnya, jelas ketokohannya, dan jelas kiprahnya. Kader Nahdliyin pasti mengakui kapasitas beliau. Peran beliau tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional," ujarnya.

Menurut Eko, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi seorang calon ketua umum untuk memimpin organisasi dengan jumlah warga nahdliyin yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia.

Ia juga menyoroti kiprah Marsudi dalam berbagai forum internasional yang mengangkat isu perdamaian dunia, moderasi Islam, dan kerukunan antarumat beragama.

"Beliau aktif sebagai pembicara perdamaian dunia di Global Peace Foundation. Beliau kerap mempromosikan nilai moderasi Islam, Pancasila, dan kerukunan antaragama di berbagai forum internasional. Tidak sembarang orang bisa diundang dan menjadi pembicara di tingkat global seperti itu," katanya.

Marsudi: Maju sebagai Bentuk Khidmah

Sementara itu, KH Marsudi Syuhud menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU setelah menerima berbagai aspirasi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para kiai di berbagai daerah.

Ia menegaskan keputusan tersebut didasari semangat khidmah atau pengabdian kepada NU.

"Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyampaikan aspirasinya secara publik. Saya dianggap bisa meneruskan, membawa organisasi keluar dari konflik, serta menjalankan roda organisasi dengan lebih baik ke depan," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Marsudi, pengabdian kepada organisasi tidak akan terasa berat apabila dilandasi niat untuk melayani umat.

"Jika kita memaknai hidup sebagai khidmah, tidak akan ada capeknya dan tidak akan ada keluh kesahnya, baik itu khidmah lil 'ilmi, khidmah lil 'ulama, hingga khidmah lil Nahdlatul Ulama," katanya.

Ia juga menilai seorang pemimpin organisasi harus memiliki pengalaman berproses dari tingkat bawah sehingga memahami dinamika yang dihadapi pengurus di berbagai jenjang.

Dukungan Mengalir dari Berbagai Daerah

Selain dari Kalimantan Barat, dukungan terhadap KH Marsudi juga datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua PCNU Kota Tual, Juni Tamsil Kilwo, menilai dinamika menjelang Muktamar membutuhkan figur yang mampu menjaga independensi organisasi sekaligus membawa perubahan.

Menurutnya, komunikasi dengan sejumlah PWNU dan PCNU di kawasan Indonesia Timur telah dilakukan untuk menyatukan dukungan terhadap Marsudi.

"Kami sudah berkomunikasi dan sepakat menyatukan suara untuk Kiai Marsudi Syuhud. Komunikasi terus berjalan intensif, dan pada saatnya nanti deklarasi dukungan resmi akan disampaikan secara terbuka," ujarnya.

PBNU Finalisasi Data Peserta Muktamar

Di sisi lain, PBNU terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana Muktamar, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pesantren tersebut diperkirakan akan menampung lebih dari 3.000 muktamirin dari seluruh Indonesia.

PBNU juga masih memberikan kesempatan kepada seluruh PWNU, PCNU, dan PCINU hingga 6 Agustus 2026 untuk mencermati serta mengoreksi Daftar Peserta Sementara (DPS) Tahap I apabila masih terdapat kekeliruan data.

Berdasarkan pemutakhiran per 31 Juli 2026, DPS Tahap I mencatat 501 struktur kepengurusan, terdiri atas 31 PWNU, 456 PCNU, dan 14 PCINU. Hasil verifikasi akan diumumkan dalam DPS Tahap II pada 7 Agustus 2026. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Muktamar NU 2026 Ketua Umum PBNU KH Marsudi Syuhud Nahdlatul Ulama kalimantan barat