PONTIANAK POST- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan peluang investasi kepada dunia usaha melalui sejumlah program strategis pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ajakan itu disampaikan Zulkifli Hasan atau Zulhas saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Selasa (4/8).
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Sejumlah Program Dibuka untuk Investasi
Zulhas mengatakan, kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dibutuhkan agar program strategis nasional tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sektor pangan.
Menurut dia, ada tiga program prioritas yang membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP), serta Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas," ujarnya.
Hingga kini, lebih dari 30 ribu koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk di berbagai daerah. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan, menyerap hasil produksi masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP selesai pada Agustus 2026. Setelah itu, koperasi dijadwalkan mulai beroperasi pada September 2026 untuk mendukung distribusi pangan, menyerap hasil pertanian dan perikanan, serta menyalurkan berbagai program bantuan pemerintah.
Menurut Zulhas, pembangunan KDMP akan dilakukan secara bertahap agar mampu memperkuat ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.
Perkuat Sektor Perikanan dan Energi
Di sektor kelautan, pemerintah juga mengembangkan Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP) di sejumlah wilayah pesisir dengan sistem yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran.
Zulhas mengatakan, program tersebut membuka peluang investasi pada pembangunan cold storage, jaringan logistik, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran produk perikanan. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperkuat posisi tawar nelayan.
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP pada 2026. Sebelumnya, sebanyak 65 kawasan tahap pertama telah selesai dibangun pada April 2026 di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan 33 fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus menyediakan energi alternatif yang berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan fasilitas PSEL mampu mengurangi timbulan sampah hingga 33 ribu ton per hari pada 2029.
"Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat, sehingga program strategis nasional tidak hanya berjalan sebagai kebijakan, tetapi menjadi peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional," ungkap Zulhas. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara