Misteri Bunker Sekolah di Jakarta Selatan: 996 Senjata Api dan Narkoba Ditemukan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 23:12 WIB
MENGEJUTKAN: Tumpukan senjata dan komponen senjata yang ditemukan polisi di bunker sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Polisi masih menelusuri asal-usul serta pemilik seluruh barang tersebut.  (JAWA POS)
MENGEJUTKAN: Tumpukan senjata dan komponen senjata yang ditemukan polisi di bunker sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Polisi masih menelusuri asal-usul serta pemilik seluruh barang tersebut. (JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – Misteri bunker sekolah di Jakarta Selatan mengungkap temuan yang mengejutkan. Polisi menemukan 996 senjata, narkoba, mesin pembuat peluru, hingga puluhan keping VCD pornografi di sejumlah ruangan tertutup di sebuah sekolah swasta yang menaungi jenjang TK hingga SMA. Hingga Kamis (6/8), penyidik masih menyelidiki asal-usul, kepemilikan, serta tujuan penyimpanan seluruh barang tersebut.

Kasus ini mencuat setelah pengurus yayasan membuka ruangan-ruangan yang selama bertahun-tahun tidak dapat diakses. Masih ada satu ruangan menyerupai bunker yang belum berhasil dibuka sehingga polisi diminta melakukan pembongkaran untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di dalamnya.

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah TKP, membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta menginventarisasi seluruh barang bukti. Polisi masih menunggu hasil identifikasi forensik untuk memastikan klasifikasi senjata, asal-usul, pemilik, dan kemungkinan adanya tindak pidana lain sebelum menetapkan tersangka.

Pemberhentian Ketua Yayasan Membuka Tabir Ruangan Tertutup

Peristiwa bermula ketika Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan pada 18 April 2026. Menurut kuasa hukum yayasan dari Kantor Hukum Maqdir Ismail & Partners, Hermawanto, pemberhentian dilakukan karena dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan.

Yayasan menduga dana lembaga digunakan untuk membeli sebidang tanah yang kemudian diatasnamakan istri IWD. Istri IWD yang juga menjabat sebagai anggota pembina turut dinonaktifkan.

Setelah diberhentikan, IWD disebut tidak mengembalikan seluruh kunci ruangan, termasuk ruang kerja, gudang penyimpanan, dan sebuah ruangan menyerupai bunker yang hanya dapat diakses dirinya bersama orang-orang kepercayaannya.

"Setelah diberhentikan, IWD tidak mengembalikan seluruh kunci ruangan. Ruang kerja, gudang penyimpanan, hingga satu ruangan menyerupai bunker tetap terkunci dan hanya bisa diakses beliau beserta orang-orang kepercayaannya," ujar Hermawanto.

Pembukaan Ruangan Berujung Penemuan Ratusan Senjata

Pada 10–11 Juli 2026, pengurus yayasan meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan-ruangan tersebut agar dapat digunakan kembali sebagai fasilitas sekolah.

Saat pintu dibuka, petugas menemukan ratusan senjata beserta berbagai komponen yang diduga berkaitan dengan senjata api.

Barang yang ditemukan meliputi:

Temuan itu langsung diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Temuan Bertambah: Narkoba hingga Mesin Pembuat Peluru

Penggeledahan kembali dilakukan pada Rabu malam (5/8) dengan pendampingan kepolisian. Dari ruangan lain, petugas menemukan barang-barang yang lebih beragam.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, mengatakan sebagian laras yang ditemukan memiliki alur di bagian dalam yang menjadi salah satu ciri laras senjata api. Namun, kepastian mengenai jenis dan fungsi seluruh barang masih menunggu pemeriksaan laboratorium forensik.

"Di sekolah yang kita hormati, tempat anak-anak belajar, ternyata ada dugaan aktivitas pembuatan senjata. Bahkan dibangun bunker dengan pintu belakang yang diduga digunakan untuk keluar-masuk barang tanpa diketahui orang lain," katanya.

Seluruh barang bukti kini berada dalam penguasaan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Sebagian dititipkan di Gudang Senjata Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.

Masih Misterius

Meski sejumlah ruangan telah berhasil dibuka, yayasan menyebut masih terdapat satu ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum dapat dibuka.

Yayasan meminta kepolisian segera melakukan pembongkaran karena dikhawatirkan masih terdapat barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.

Kondisi tersebut membuat penyelidikan belum dapat dinyatakan selesai.

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya laporan mengenai penemuan senjata di sebuah yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan penyidik masih mendalami asal-usul senjata, pihak yang menyimpannya, serta tujuan penyimpanan barang-barang tersebut.

"Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan," tegasnya.

Hingga Kamis (6/8), polisi belum mengumumkan adanya tersangka maupun penangkapan. Penyidik juga belum menyampaikan hasil identifikasi terhadap seluruh senjata dan barang bukti yang ditemukan.

Dampaknya bagi Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi perhatian karena seluruh temuan berada di lingkungan sekolah, tempat yang selama ini identik sebagai ruang aman bagi peserta didik.

Yayasan menegaskan identitas sekolah tidak dipublikasikan demi melindungi kepentingan siswa, guru, dan proses pendidikan yang tetap berlangsung. Sementara itu, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap siapa pemilik seluruh barang bukti, bagaimana benda-benda tersebut dapat tersimpan selama bertahun-tahun, serta apa yang sebenarnya tersimpan di balik satu bunker yang hingga kini masih tertutup.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Misteri bunker sekolah bunker sekolah Jakarta Selatan temuan 996 senjata senjata di sekolah swasta polisi usut bunker sekolah