Pemerintah Serius Bagun Jaringan Rel Kereta Api Trans-Kalimantan, Sebut Rusia dan China Berminat Ber

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

PONTIANAK POST- Pemerintah mulai menyiapkan pembangunan jaringan rel kereta api Trans-Kalimantan dengan menjajaki peluang investasi dari dalam maupun luar negeri. Rusia dan China menjadi dua negara yang disebut memiliki minat untuk terlibat dalam proyek strategis tersebut.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan langkah itu merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar mempercepat pembangunan jaringan kereta Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan.

Menurut Dudy, PT KAI telah menyiapkan peta jalan (roadmap) sebagai dasar pelaksanaan proyek. Pemerintah selanjutnya membuka peluang bagi investor untuk mendukung pembangunan jaringan rel di kedua pulau tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan KAI yang sudah menyiapkan roadmap-nya. Nanti, kemudian dari situ kami berharap ada investasi, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menggarap Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Kalau Trans-Sumatra sebagian memang sudah tersedia tinggal disambung-sambungkan, kalau Trans-Kalimantan memang kita harus mulai," kata Dudy saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam.

Dudy mengungkapkan komunikasi awal dengan calon investor telah dilakukan. Hingga kini, Rusia dan China menjadi dua negara yang menunjukkan ketertarikan untuk ikut membiayai pembangunan jalur kereta api di Kalimantan.

Investor Masih Menyusun Proposal

Dudy menjelaskan pemerintah belum dapat memastikan proyek mana yang akan lebih dahulu dikerjakan. Keputusan tersebut bergantung pada hasil kajian dan minat investor terhadap masing-masing proyek.

"Kami sudah jajaki dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya Rusia dan China," ujarnya.

Ia menambahkan, investor saat ini masih menghitung kelayakan proyek sebelum menyampaikan proposal resmi kepada pemerintah.

"Komunikasi sudah, mereka sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti menyampaikan proposal ke kami," kata Dudy.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah meminta PT KAI bersama Kementerian Perhubungan segera membangun jalur kereta Trans-Sumatra dan melanjutkannya dengan proyek Trans-Kalimantan. Presiden bahkan membuka peluang agar kedua proyek tersebut dapat dimulai secara bersamaan apabila memungkinkan.

Prabowo menjelaskan jalur Trans-Sumatra ditargetkan menghubungkan Bakauheni di Provinsi Lampung hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra. Ia kemudian meminta Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk memastikan proyek tersebut dapat diwujudkan. Keduanya menyatakan siap menjalankan penugasan tersebut. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Trans-Kalimantan china Rusia investasi kereta api