ESDM Pastikan Listrik di Kalimantan Berangsur Pulih, Gangguan Dipicu Kendala Impor Listrik dan Pemel

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:41 WIB
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/8). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/8). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

PONTIANAK POST- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kondisi pasokan listrik di Kalimantan kini mulai berangsur normal setelah sempat terjadi pemadaman di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pemulihan terus dilakukan sehingga kondisi sistem kelistrikan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

"Sekarang rasanya sudah mendingan," ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Menurut Tri, gangguan listrik yang terjadi dipicu oleh kendala pada pasokan listrik impor dari Malaysia. Di sisi lain, pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di salah satu titik juga turut memengaruhi keandalan sistem sehingga menyebabkan pemadaman di beberapa wilayah Kalimantan.

"Kemarin karena listrik impornya dari Malaysia itu ada kendala, jadi ada pemadaman beberapa. Terus kemudian ada maintenance di satu tempat itu. Nah, itulah yang menyebabkan pemadaman," katanya.

PLN Percepat Pemulihan Sistem

Sebelumnya, PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan untuk mengembalikan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijono menjelaskan gangguan terjadi akibat masalah pada generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem menurun sehingga pasokan listrik di sebagian wilayah Kalsel dan Kalteng menjadi terbatas.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk segera mengambil langkah bersama PT PLN (Persero) guna mempercepat penanganan pemadaman listrik di Kalimantan.

Bahlil memastikan pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secepat mungkin.

"Kami akan selesaikan dalam waktu dekat," kata Bahlil. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
pemeliharaan sistem impor listrik kementerian esdm kalimantan Pasokan Listrik