Kemenpar Nilai Wisata Alam, Budaya, dan Kopi Jayawijaya Punya Potensi Besar

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:59 WIB
Wamen Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati didampingi ibu bupati dan wakil bupati Jayawijaya melihat berbagai kerajinan masyarakat di Noken Street Fashion yang digelar di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Papua Pegunungan. (ANTARA/Yudhi Efendi).
Wamen Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati didampingi ibu bupati dan wakil bupati Jayawijaya melihat berbagai kerajinan masyarakat di Noken Street Fashion yang digelar di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Papua Pegunungan. (ANTARA/Yudhi Efendi).

PONTIANAK POST- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan melalui kekayaan wisata alam, budaya, dan agrowisata kopi. Potensi tersebut diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan kunjungan perdananya ke Wamena memberikan kesan positif setelah melihat langsung sejumlah destinasi wisata, mulai dari Kampung Wisata Kumukima hingga Mumi di Kampung Wisata Aikima.

"Kami tadi bersama dengan Pak Menteri Koperasi, bupati dan wakil bupati Jayawijaya mengunjungi desa wisata di Kumukima dan melihat Mumi di desa wisata Aikima, dan sangat senang sekali dengan kunjungan perdana ini di Wamena," katanya di Wamena, Jumat.

Ni Luh juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 yang tahun ini menghadirkan berbagai atraksi budaya, Wamena Coffee Festival, serta Noken Street Fashion. Menurutnya, perpaduan budaya dan potensi ekonomi kreatif tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kolaborasi Dorong Pariwisata Jayawijaya

Menurut Ni Luh, kekayaan adat dan budaya di Jayawijaya perlu dikembangkan secara terpadu bersama potensi agrowisata, seperti kopi dan nanas, agar mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

"Ada begitu besar potensi wisata utamanya kekayaan adat dan budaya yang ada di sini seperti di desa wisata Kumukima dan Aikima. Kami juga melihat potensi kopi di sini dan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus dijahit bersama untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan yang datang ke sini," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus diperkuat agar sektor pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat asli Papua Pegunungan.

Ni Luh juga mengajak wisatawan nusantara maupun mancanegara datang langsung ke Jayawijaya untuk menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem yang dinilai sebagai daya tarik utama daerah tersebut. Menurutnya, keunikan budaya yang dimiliki harus terus dijaga agar festival itu tetap masuk dalam 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) sekaligus semakin menarik minat wisatawan setiap tahunnya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
kopi jayawijaya kemenpar Wisata Alam budaya