Prabowo Minta Karhutla Dicegah, Menhut Tegaskan Keselamatan Masyarakat Prioritas

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Kemenhut RI)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan, Kamis (6/8). (ANTARA/HO-Kemenhut RI)

PONTIANAK POST- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan arahan Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir untuk mencegah terjadinya karhutla dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

"Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan," kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, Karhutla bukan hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meliburkan sekolah, mengganggu kegiatan ekonomi, hingga menghambat operasional bandara.

"Ini tidak boleh terjadi lagi," ujarnya.

Optimistis Karhutla Bisa Ditekan

Raja Juli Antoni optimistis Indonesia mampu menekan luas kebakaran hutan dan lahan tahun ini meski fenomena El Nino diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim. Pemerintah menargetkan jumlah kejadian dan dampak karhutla lebih rendah dibandingkan tahun 2023.

"Mudah-mudahan tahun ini angka Karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," katanya.

Menhut juga menyampaikan apresiasi kepada Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api yang selama ini menjadi garda terdepan dalam upaya pengendalian karhutla.

Menurutnya, keberhasilan menekan kebakaran hutan dan lahan hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh pihak.

"Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti Karhutla dapat kita selesaikan bersama," ujar Raja Juli Antoni.

Ia menambahkan pengalaman Indonesia dalam menangani Karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Pemerintah berharap upaya pencegahan yang dilakukan secara terpadu mampu menjaga hutan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran selama musim kemarau. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
el nino karhutla prabowo raja juli antoni Menhut