PONTIANAK POST - Kerja sama Indonesia dan Sarawak kini tidak hanya berfokus pada perdagangan dan konektivitas lintas batas.
Isu ekonomi hijau (green economy) dan industri ramah lingkungan mulai menjadi agenda strategis kedua pihak.
Bagi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak, arah kerja sama tersebut dinilai membuka peluang penguatan kolaborasi di kawasan perbatasan, terutama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Bupati Sintang Dorong Inovasi Ekonomi Hijau untuk Manfaatkan Potensi Alam Tanpa Merusak Lingkungan
Ekonomi Hijau Jadi Agenda Baru Indonesia dan Sarawak
Komitmen memperkuat kerja sama di bidang ekonomi hijau mengemuka dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato Iman Hascarya Kusumo, kepada Yang di-Pertua Negeri Sarawak, Tun Pehin Sri Dr. Haji Wan Junaidi bin Tuanku Jaafar, di Astana Negeri Sarawak.
Dalam pertemuan, Duta Besar RI mengapresiasi hubungan persahabatan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Sarawak. Ia berharap sinergi strategis di berbagai sektor dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua wilayah.
Pembangunan Berkelanjutan Jadi Komitmen Indonesia
Dalam kesempatan itu, Duta Besar RI turut menyampaikan berbagai prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, termasuk komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Salah satu fokus yang disampaikan ialah dorongan pemerintah Indonesia terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Baca Juga: KATADATA Green dan BRIDA Sintang Petakan Bioekonomi, Ungkap Potensi Ekonomi Hijau Bernilai Miliaran
“Pemerintah Indonesia terus mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang,” ujar Duta Besar RI dikutip dari Antara (5/8).
Kalbar Punya Posisi Strategis
Pembahasan mengenai ekonomi hijau memiliki relevansi bagi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak. Selama ini, hubungan kedua wilayah telah terjalin melalui perdagangan lintas batas, konektivitas, serta kerja sama pengelolaan kawasan perbatasan.
Kedekatan geografis tersebut menjadi modal penting apabila peluang kolaborasi di bidang ekonomi hijau dan industri ramah lingkungan ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret.
Industri Ramah Lingkungan dan Teknologi Masa Depan
Duta Besar RI menilai Indonesia dan Sarawak memiliki peluang besar untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan ekonomi hijau.
Selain itu, kedua pihak juga dapat memperkuat kolaborasi di bidang industri ramah lingkungan dan pengembangan teknologi masa depan.
Peluang tersebut dinilai sejalan dengan komitmen kedua negara untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Sintang Diproyeksikan Jadi Hub Logistik dan Pusat Ekonomi Hijau Kalbar dalam RKPD 2027
Tak Hanya Ekonomi, Isu Perbatasan Juga Dibahas
Selain ekonomi hijau, pertemuan juga membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Di antaranya pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), peningkatan akses pendidikan melalui Community Learning Center (CLC), penguatan perdagangan dan investasi, pembangunan konektivitas, pengelolaan kawasan perbatasan, kerja sama pelestarian lingkungan, hingga penguatan mekanisme kerja sama sosial ekonomi Malaysia–Indonesia (SOSEK MALINDO).
Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lembaga serta menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui pertemuan teknis dan program kolaboratif.
Momentum Memperkuat Hubungan Indonesia-Sarawak
Kunjungan kehormatan menegaskan komitmen Indonesia dan Sarawak untuk terus mempererat hubungan yang selama ini tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga ditopang oleh kedekatan sejarah, budaya, serta hubungan masyarakat di Pulau Borneo.
Dengan mulai masuknya isu ekonomi hijau dan industri ramah lingkungan dalam agenda pembahasan, kerja sama Indonesia dan Sarawak diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral.
Ia juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan manfaat bagi kawasan perbatasan, termasuk Kalimantan Barat.
Editor : Miftahul Khair