BI dan BRIN Kaji Potensi Danau Toba Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Paket Wisata Didorong Beragam

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:02 WIB
Pemandangan Danau Toba di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut. (ANTARA/ Waristo).
Pemandangan Danau Toba di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumut. (ANTARA/ Waristo).

PONTIANAK POST- Potensi pariwisata Danau Toba di Sumatera Utara terus dikaji untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus. Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini melakukan riset untuk melihat peluang tersebut.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Ameriza M Moesa mengatakan kajian bersama BRIN dilakukan untuk mendorong Danau Toba menjadi kawasan ekonomi khusus seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Banten.

"Saat ini, kami melakukan kajian bersama BRIN untuk melihat potensi wisata Danau Toba menjadi kawasan ekonomi khusus, seperti di KEK Tanjung Lesung, Banten," ujar Ameriza di Medan, Sabtu.

Ameriza mengatakan penelitian tersebut masih berlangsung. Kajian dilakukan untuk melihat potensi Danau Toba sekaligus mendorong pengembangan kawasan wisata tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus.

Potensi Wisata Danau Toba

Menurut Ameriza, Danau Toba memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Potensi tersebut mencakup objek wisata, budaya, serta berbagai potensi lain yang dapat dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Selain pengembangan kawasan, BI Sumut juga mendorong pemerintah daerah dan pelaku wisata memperbanyak pilihan paket perjalanan di Danau Toba.

"Selain itu, kami mendorong kepada pemangku kepentingan baik pemerintah daerah maupun pelaku wisata supaya paket wisata lebih diperbanyak," ujarnya pula.

Ameriza mencontohkan Bali dan Yogyakarta yang memiliki banyak pilihan paket wisata ketika ditawarkan melalui aplikasi. Paket-paket tersebut dinilai telah menyediakan pilihan perjalanan wisata yang lengkap.

"Sementara untuk Danau Toba masih sedikit. Untuk itu ke depan terus berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mencoba perbanyak paket wisata di Danau Toba," kata dia.

Dorong Lama Tinggal Wisatawan

Penambahan pilihan paket wisata diharapkan memberikan lebih banyak alternatif bagi wisatawan yang ingin berlibur di Danau Toba.

"Jadi diharapkan wisatawan bisa berlibur di Sumut semakin panjang, dan pengeluaran lebih banyak yang berpotensi menambah pemasukan daerah," ujarnya.

Peningkatan aktivitas pariwisata tersebut diharapkan turut memperkuat kinerja perekonomian Sumatera Utara pada masa mendatang dibandingkan tahun sebelumnya.

BI Sumut memperkirakan perekonomian Sumatera Utara tumbuh dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Untuk 2027, pertumbuhan ekonomi Sumut diproyeksikan berada pada kisaran 5,1 persen sampai 5,9 persen. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
BRIN bi kawasan ekonomi khusus danau toba potensi