Kebakaran 30 Hektare di Kaki Rinjani Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Masih Lakukan Pemantauan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:51 WIB
Wisatawan saat camping di kawasan wisata Sembalun kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Timur, Sabtu (8/8). (ANTARA/HO-Humas Balai TNGR).
Wisatawan saat camping di kawasan wisata Sembalun kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Timur, Sabtu (8/8). (ANTARA/HO-Humas Balai TNGR).

PONTIANAK POST- Kebakaran lahan di kawasan Maletan Sembalun, kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, berhasil dikendalikan tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penanganan berlangsung hingga Sabtu (8/8) dini hari untuk memastikan api tidak kembali meluas.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani NTB Astekita Ardi mengatakan penanganan berlangsung hingga pukul 01.30 WITA. Setelah pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan lagi titik api aktif di lokasi kebakaran.

"Penanganan dilakukan hingga dini hari, Sabtu (8/8) pukul 01.30 WITA dan api berhasil dikendalikan serta tidak ditemukan titik api aktif saat pemeriksaan di lokasi kebakaran lahan tersebut," kata Astekita di Lombok Timur, Sabtu.

Tiga titik api terdeteksi di kawasan Maletan Resor Sembalun pada Jumat (7/8) sore. Petugas Balai TNGR menerima informasi tersebut dari masyarakat dan langsung melakukan penanganan bersama aparat gabungan serta relawan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api yang sempat berkembang dan berpotensi meluas di kawasan tersebut.

"Tim langsung melakukan penanganan bersama aparat gabungan dan relawan," katanya.

Berdasarkan perkiraan sementara, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 30 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi semak, perdu, dan liana.

Pemantauan dan Pendinginan Berlanjut

Meski api telah berhasil dikendalikan dan tidak lagi terlihat titik api, tim masih melakukan pemantauan. Tahap pembersihan dan pendinginan juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

"Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi," katanya.

Balai TNGR juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang melakukan pendakian agar ikut menjaga kawasan Gunung Rinjani. Masyarakat diminta tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Mari sama-sama jaga kawasan ini untuk keselamatan bersama," katanya.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat warga diharapkan tetap waspada untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan maupun kekurangan air bersih. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Maletan Sembalun kebakaran pendinginan gunung rinjani