Karhutla Melanda Riau, Bangka Tengah dan Bromo, Tim Gabungan Perkuat Pemadaman

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 23:02 WIB
PMI Kabupaten Probolinggo bantu padamkan karhutla di Gunung Bromo, kawasan TNBTS, Jumat (7/8/). (ANTARA/HO-PMI Probolinggo)
PMI Kabupaten Probolinggo bantu padamkan karhutla di Gunung Bromo, kawasan TNBTS, Jumat (7/8/). (ANTARA/HO-PMI Probolinggo)

PONTIANAK POST- Tim gabungan di sejumlah wilayah terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur. Penanganan dilakukan dengan pengerahan personel, sarana pemadam, pendinginan, hingga dukungan helikopter dan drone water bombing.

Tim gabungan Kepolisian Resor Bengkalis, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan, dan masyarakat menangani karhutla seluas 12,5 hektare yang terjadi di dua lokasi.

Kapolres Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Fahrian Saleh Siregar mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

“Penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah api meluas dan memastikan wilayah tetap aman,” katanya.

Lokasi pertama berada di areal Hak Guna Usaha PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil. Kebakaran melanda lahan gambut seluas sekitar 1,2 hektare ketika kondisi cuaca panas disertai angin kencang.

Lebih dari 50 personel dari Polsek Siak Kecil dan Bukit Batu, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA Desa Bandar Jaya dan Muara Dua, serta PT TKWL dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Petugas juga melakukan pengecekan lokasi, mendata saksi, memasang garis polisi, dan melakukan dokumentasi sebagai bagian dari penanganan serta penyelidikan.

"Petugas juga melakukan pengecekan lokasi, pencatatan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya.

Lokasi kedua berada di lahan masyarakat di Jalan Tangkahan Tegar Ujung, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir.

Kebakaran di lokasi tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan yang didominasi semak belukar dan tanaman sawit dengan kondisi tanah kering. Cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.

Pemadaman melibatkan personel Polsek Mandau dan Pinggir, Koramil 03 Mandau, Manggala Agni, BPBD, MPA, serta masyarakat. Petugas menggunakan mesin pemadam, puluhan gulung selang, nozzle, dan dukungan satu unit helikopter Water Bombing Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Berdasarkan pemantauan terakhir, api di kedua lokasi telah berhasil dikendalikan dan sebagian besar telah padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap," ujar Kapolres.

Karhutla Berdampak 118 Hektare di Bangka Tengah

Di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karhutla telah berdampak terhadap sekitar 118 hektare lahan hingga 8 Agustus 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah Yudi Shabara mengatakan luas tersebut merupakan akumulasi kejadian karhutla yang ditangani BPBD dan pemadam kebakaran sepanjang 2026.

"Total keseluruhan luas terdampak kurang lebih 118 hektare," kata Yudi saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Menurut Yudi, jumlah kejadian karhutla meningkat sejak Juli hingga Agustus 2026 dengan total 51 kejadian. Di sepanjang ruas jalan Koba hingga Kurau, tercatat 11 kejadian karhutla sejak Juli hingga 8 Agustus 2026.

"Di sepanjang ruas jalan Koba hingga Kurau tercatat 11 kejadian karhutla sejak Juli hingga 8 Agustus 2026," ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan sejumlah wilayah masih rawan mengalami kebakaran lahan. Karena itu, Yudi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar lahan sembarangan, dan segera melaporkan titik api untuk mempercepat penanganan.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok maupun benda yang masih memiliki bara api secara sembarangan, khususnya di kawasan dengan vegetasi kering.

"Kita juga imbau masyarakat membersihkan material yang mudah terbakar di sekitar lingkungan dan memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan untuk mencegah kebakaran meluas," ujarnya.

Api di Desa Kurau Dipadamkan Dua Jam

Tim gabungan juga menangani karhutla seluas sekitar 0,75 hektare di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Samuel Simanjuntak mengatakan kecepatan respons dan kerja sama berbagai unsur menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran tersebut.

"Kecepatan respons dan sinergitas seluruh personel menjadi kunci sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar," kata Samuel Simanjuntak di Koba, Sabtu.

Personel kepolisian, TNI, BPBD, pihak perusahaan, dan masyarakat dikerahkan untuk memadamkan api di sepanjang jalan Desa Kurau menuju Desa Penyak.

Samuel mengatakan respons cepat dan sinergi tersebut berhasil mencegah api meluas ke permukiman warga dan objek vital di sekitar lokasi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu meliputi perkebunan kelapa sawit milik warga dan lahan semak kosong. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB setelah personel Polres Bangka Tengah, Polsek Koba, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat melakukan pemadaman serta penyekatan.

"Termasuk mencegah api yang sempat mendekati sebuah rumah kosong milik perusahaan agar tidak ikut terbakar," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, Bakti alias Bujang, 60 tahun, api pertama kali terlihat dari kawasan hutan yang berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit milik warga.

Polres Bangka Tengah masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan atau sisa pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Samuel mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat musim kemarau.

Personel bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat bara yang tersisa.

Masyarakat diminta segera melaporkan titik api atau karhutla melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

Pemadaman Karhutla di Kawasan Bromo

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo turut membantu pemadaman karhutla yang melanda Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan tim gabungan menghadapi medan pegunungan yang terjal serta keterbatasan peralatan pemadaman.

"Bersama sejumlah instansi terkait kami berjibaku memadamkan kobaran api di medan pegunungan yang terjal dengan berbagai keterbatasan alat untuk memadamkan kebakaran," kata Soedjono dalam keterangannya, Sabtu.

Operasi pemadaman melibatkan PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Berbagai sarana dan prasarana digunakan, antara lain ambulans PMI Kabupaten Probolinggo, truk tangki air BPBD Kabupaten Probolinggo, truk tangki air BPBD Kabupaten Malang, truk tangki air Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo, serta drone water bombing milik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Namun, operasi pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kapasitas drone yang hanya mampu membawa sekitar 100 liter air dalam sekali penerbangan.

“Meski demikian, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keterbatasan kapasitas drone yang hanya mampu membawa sekitar 100 liter air dalam sekali penerbangan," katanya.

Kapasitas tersebut dinilai kurang efektif untuk menangani titik api yang banyak dan tersebar di berbagai lokasi. Kondisi geografis kawasan Bromo juga menjadi tantangan karena tim menghadapi perbukitan dan tebing dengan kemiringan mencapai sekitar 70 derajat, sedangkan sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Cuaca kering yang disertai hembusan angin kencang semakin mempercepat penyebaran api. Kabut tebal yang sesekali menyelimuti kawasan pegunungan juga membatasi jarak pandang, sehingga menghambat efektivitas operasi pemadaman, terutama melalui jalur udara,” ujarnya.

Pemadaman masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana dengan dukungan drone water bombing. Namun, untuk titik api dengan kobaran besar, kemampuan drone dinilai belum memadai karena keterbatasan kapasitas angkut air.

“Sebagai langkah lanjutan, hari ini dikerahkan dua helikopter water bombing guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran di kawasan konservasi tersebut,” katanya.

Soedjono mengatakan PMI berkomitmen memberikan dukungan dalam operasi penanggulangan karhutla melalui personel, relawan, dan dukungan logistik yang dimiliki.

Meskipun menghadapi medan berat dan berbagai keterbatasan, PMI tetap berupaya memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Soedjono berharap penanganan kebakaran segera membuahkan hasil dengan dukungan seluruh pihak, termasuk pengerahan helikopter water bombing yang dinilai lebih efektif menjangkau titik api di kawasan pegunungan.

“Kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci dalam menghadapi bencana itu. Semoga api segera dapat dipadamkan sehingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tetap terjaga kelestariannya dan aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata dapat kembali berjalan normal,” ujarnya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Bangka Tengah karhutla riau bromo pemadaman