PONTIANAK POST – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengurangi penggunaan api selama beraktivitas di kawasan hutan dan lahan. Imbauan tersebut disampaikan saat musim kemarau bertepatan dengan fenomena El Nino yang meningkatkan risiko karhutla.
Raja Juli meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun menggunakan api untuk membuka lahan.
“Saat bersamaan masyarakat supaya berpartisipasi membantu menyelesaikan masalah ini (karhutla) dan terpenting adalah jangan ada lagi yang bermain api, apakah itu rokok atau lebih nakal lagi land clearing (pembukaan lahan),” kata Raja Juli, Minggu (9/8).
Menurut dia, musim kemarau yang disertai El Nino meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Partisipasi masyarakat, lanjut Raja Juli, menjadi bagian penting untuk memperkuat langkah pemerintah dalam menghadapi kondisi kemarau. Pencegahan dinilai lebih penting karena kebakaran yang sudah meluas akan lebih sulit dikendalikan.
Raja Juli mengatakan pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan di tingkat pusat telah berkomitmen melakukan langkah terpadu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana, khususnya karhutla.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumpulkan sejumlah kementerian dan lembaga pada 28 Juli untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi El Nino. Pertemuan tersebut melibatkan antara lain TNI, Polri, BMKG, dan BNPB.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas dan kami telah dikumpulkan pada 28 Juli, berbagai kementerian, Panglima TNI, Kapolri, BMKG, BNPB. Artinya, pemerintah all out mengantisipasi El Nino dan memang Agustus sudah masuk puncaknya (kemarau),” ujar Raja Juli.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro