KMP Putri Yasmin Terbakar, Penumpang Lompat ke Laut

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:40 WIB
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin dengan tandu setelah berhasil diselamatkan dari perairan Lombok Barat, Rabu (12/8). (JAWA POS)
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin dengan tandu setelah berhasil diselamatkan dari perairan Lombok Barat, Rabu (12/8). (JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8) dini hari. Sebanyak 173 penumpang dan kru berhasil dievakuasi, sementara satu penumpang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.20 Wita di perairan Sekotong, Lombok Barat. Kepulan asap tebal dan kobaran api membuat sejumlah penumpang mengenakan pelampung dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Asap hitam pekat sampai masuk ke hidung dan terasa sesak di dada,” kata Iwan, salah seorang penumpang yang selamat kepada Lombok Post (kelompok Pontianak Post).

Melihat Api, Penumpang Lompat ke Laut

Iwan mengatakan dirinya sempat melihat kepulan asap keluar dari salah satu kendaraan yang berada di dalam kapal. Tak lama kemudian, muncul percikan api dan asap mulai memenuhi bagian kapal.

“Saya tidak tahu itu mobil pick-up atau mobil apa,” ujarnya.

Kondisi semakin panik ketika asap semakin tebal. Para penumpang awalnya diminta mengenakan pelampung dan berkumpul sambil menunggu instruksi dari kapten.

Namun, api kemudian membesar dan menjalar ke bagian atas kapal. Iwan bersama empat rekannya akhirnya melompat ke laut setelah mendapat instruksi dari kapten.

Keputusan itu diambil karena mereka khawatir tetap berada di kapal akan membuat mereka terjebak kobaran api.

Di laut, Iwan bersama penumpang lainnya bertahan menggunakan pelampung sembari menunggu pertolongan.

“Masih bersyukur bisa selamat. Kalau pakaian terus motor kami masih di sana (kapal, Red). Entah bagaimana nasibnya, mungkin sudah terbakar semua,” katanya.

Mayday Dipancarkan Tiga Kali

Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa I Ketut Aries Nakula Mandiana mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti melalui fasilitas Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP).

VTS Benoa dan SROP Padangbai kemudian memancarkan berita marabahaya atau Mayday sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal di sekitar lokasi.

“VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast Mayday) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sejumlah kapal langsung bergerak menuju lokasi. Di antaranya Kapal Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yellow Park.

Berdasarkan data sementara Kantor SAR Mataram hingga pukul 17.00 Wita, sebanyak 173 orang penumpang dan kru berhasil dievakuasi.

Kapal Basarnas mengevakuasi 59 orang, kapal TNI AL membawa 18 orang, sedangkan tiga orang lainnya dievakuasi kapal lain. Sebanyak 58 orang ditemukan sebuah yacht dan kemudian dievakuasi menggunakan Kapal No Comment.

Satu Penumpang Meninggal

Satu penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban diketahui bernama Indah Dwi Septiani, 19, warga Asrama Brimob Gatep, Ampenan, Kota Mataram.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh sejumlah unsur dengan menggunakan berbagai sarana penyelamatan.

Di antara penumpang yang berhasil diselamatkan terdapat dua warga negara Australia, yakni Aaliyah Bree Tepaea Such, 20, dan Scott Jeremi, 55.

Manifes Penumpang Belum Diungkap

Jumlah pasti penumpang dan kru KMP Putri Yasmin belum dapat dipastikan. Kantor SAR Mataram masih mencocokkan data hasil evakuasi dengan manifes yang dimiliki perusahaan pelayaran.

KMP Putri Yasmin dioperasikan PT Jembatan Laut. General Manager ASDP Cabang Lembar Handoyo Priyatno mengatakan manifes belum dapat diberikan karena pihak operator masih melakukan pendataan.

“Manifes belum bisa kami berikan karena perusahaan kapal belum memberikan keterangan. Sementara kami masih mendata dulu dan untuk penyebab kebakaran juga masih kami selidiki,” katanya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar Syamsu Rizal juga belum membuka data manifes kepada publik.

Manifes Kembali Jadi Sorotan

Ketidakjelasan jumlah penumpang kembali menjadi persoalan dalam kecelakaan transportasi laut. Kondisi serupa sebelumnya terjadi dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, pada 2 Agustus.

Dalam insiden tersebut, terdapat penumpang yang disebut keluarga korban tetapi tidak tercatat dalam manifes. Persoalan tersebut menunjukkan pentingnya akurasi data penumpang dalam proses evakuasi dan pencarian korban.

Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan keselamatan transportasi laut membutuhkan perubahan dari pola penanganan setelah kecelakaan menjadi pencegahan sebelum kecelakaan.

“Harus ada penegakan aturan tanpa kompromi, modernisasi alat keselamatan, dan kepatuhan penuh terhadap informasi cuaca,” kata Djoko kepada Jawa Pos.

Syahbandar: Kapal Laik Laut

Plt Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Padangbai Heri Wijayanto mengatakan KMP Putri Yasmin telah menjalani berbagai pemeriksaan sebelum berangkat menuju Lembar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kapal dinyatakan laik laut dan memenuhi persyaratan teknis untuk berlayar.

“Jadi, tidak ada kendala,” kata Heri seperti dikutip Radar Bali (grup Pontianak Post)

Meski demikian, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih memprioritaskan evakuasi penumpang dan penanganan kapal agar tidak tenggelam.

“Kami fokus evakuasi penumpang. Baru setelah itu kapal biar tidak tenggelam,” ujarnya.

Pernyataan laik laut tersebut belum menjelaskan sumber api maupun bagaimana kebakaran dapat berkembang hingga membuat penumpang harus meninggalkan kapal.

Ibu Lompat Sambil Memeluk Anak

Kepanikan juga dirasakan Salmi Wati, 24, penumpang lain yang berada di kapal bersama putrinya yang berusia tiga tahun.

Saat kejadian, Wati sedang tidur bersama anaknya. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penumpang yang panik.

“Saya langsung cepat ke luar ruangan. Saya melihat kepulan asap sudah sangat tebal,” katanya.

Wati kemudian mengenakan pelampung untuk dirinya dan anaknya. Ketika api semakin besar dan penumpang mendapat instruksi untuk melompat ke laut, ia tidak lagi memikirkan barang yang ditinggalkan.

“Waktu lompat, saya pegang erat anak saya. Saya tidak mikir barang bawaan. Saya cuma mikir saya dan anak bisa selamat,” tuturnya.

Setelah berada di laut, Wati hanya bisa memeluk anaknya sambil berdoa. Keduanya kemudian ditolong kapal yang bergerak menuju Padangbai bersama sejumlah penumpang lain.

Penumpang Dievakuasi ke Dua Pelabuhan

Evakuasi penumpang dilakukan menuju dua lokasi, yakni Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai. Proses tersebut melibatkan kapal SAR, kapal TNI AL, rigid buoyant boat serta rigid inflatable boat.

Penumpang yang dievakuasi ke Padangbai kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan. Pihak KSOP Padangbai juga menyiapkan fasilitas kepulangan bagi penumpang yang masih harus melanjutkan perjalanan menuju NTB.

Sementara itu, lalu lintas penyeberangan pada jalur Padangbai-Lembar tetap berjalan.

Heri mengatakan pelayanan penyeberangan tidak dihentikan akibat insiden tersebut. Penumpang yang dievakuasi dipastikan mendapat penanganan sebelum difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
KMP Putri Yasmin Terbakar Penumpang Lompat ke Laut Padangbai-Lembar PT Jembatan Laut lombok barat