BGN Buka Kanal Aduan Khusus Guru untuk Program MBG, Laporkan ke Sini Jika Ada Keluhan

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:55 WIB
ILUSTRASI — Paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan terdapat ulat di SDN 01 Teluk Pakedai, Kubu Raya. Temuan tersebut sedang menjadi perhatian dan evaluasi terkait keamanan pangan.
ILUSTRASI — Paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan terdapat ulat di SDN 01 Teluk Pakedai, Kubu Raya. Temuan tersebut sedang menjadi perhatian dan evaluasi terkait keamanan pangan.

 

PONTIANAK POST - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kanal aduan MBG khusus bagi guru untuk menyampaikan keluhan, masukan, temuan, maupun pengaduan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kanal ini disiapkan untuk memperkuat pengawasan dan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas gizi nasional.

Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan guru dapat menyampaikan informasi terkait pelaksanaan MBG melalui email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id. Pernyataan tersebut disampaikannya di Jakarta, Rabu.

“Kami siap menerima masukan, kritikan, hingga aduan atau apapun itu yang terkait dengan MBG. Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan, kualitas, dan keterbukaan partisipasi masyarakat dalam Program MBG ini,” ucap Mas Dar.

Baca Juga: Temuan Ulat di MBG Teluk Pakedai, Dinkes Kubu Raya Perketat Pengawasan SPPG

Guru Didorong Menjadi Penghubung Kondisi di Sekolah

Menurut Mas Dar, kanal komunikasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN membangun pemerintahan yang terbuka terhadap respons masyarakat. Setiap masukan dari guru akan menjadi perhatian BGN untuk ditindaklanjuti secara bertahap sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan MBG.

Keterlibatan guru dinilai penting karena mereka berada langsung di lingkungan sekolah dan mendampingi peserta didik selama pelaksanaan program. Masukan tersebut diharapkan membantu BGN mengetahui kondisi di lapangan dan memperbaiki layanan.

Keamanan Pangan Jadi Bagian Pengawasan

Penguatan partisipasi guru juga diarahkan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, terutama dalam aspek keamanan pangan. Guru diharapkan turut mengawal pelaksanaan program sekaligus menjadi penghubung antara kondisi di sekolah dan upaya perbaikan pemerintah.

“Kalau bapak/ibu guru kemudian merasa ada yang perlu disampaikan kepada kami sebagai BGN, apakah itu keluhan, komplain, temuan, atau apapun yang terkait Program MBG, kami menyiapkan saluran khusus email kepada BGN,” ujar dia.

Melalui kanal tersebut, guru didorong aktif menyampaikan informasi yang relevan mengenai pelaksanaan MBG di satuan pendidikan. Langkah ini diharapkan memperkuat pengawasan publik dan menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kepala BGN Tegaskan Dapur MBG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup Setelah Diberi Kesempatan Perbaikan

BGN Sasar 658.300 Guru pada Tahap Awal

Pembukaan kanal komunikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru yang digelar BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu.

Pada tahap awal, sasaran kegiatan mencapai 658.300 guru dan tenaga kependidikan. Rinciannya terdiri atas 53.831 orang di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, dan 111.525 orang di Banten.

Target Diperluas hingga 3,5 Juta Guru

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN memperluas komunikasi dan edukasi mengenai gizi serta keamanan pangan kepada guru di seluruh Indonesia.

“Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perluas sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Mas Dar.

Baca Juga: Ulat Ditemukan di SDN 01, MBG Kubu Raya Diperketat

Kanal Guru Jadi Ruang Pengawasan MBG

Kanal khusus tersebut memberi ruang bagi guru untuk menyampaikan kondisi pelaksanaan MBG secara langsung kepada BGN. Keluhan, masukan, dan temuan dari lingkungan sekolah diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan.

Bagi peserta didik, pengawasan dari lingkungan sekolah menjadi bagian penting agar pelaksanaan MBG tidak hanya menjangkau penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan kualitas dan keamanan pangan yang diterima.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
keamanan pangan MBG kanal aduan MBG guru pengawas MBG program Makan Bergizi Gratis BGN