Prabowo Perintahkan PLN Tutup PLTD dengan Total Kapasitas 13 GW, Alihkan ke Energi Nonfosil

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat acara peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/Setpres)
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat acara peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (ANTARA/Setpres)

 

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT PLN (Persero) segera meninggalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di berbagai daerah Indonesia dengan total kapasitas mencapai 13 gigawatt (GW). Pembangkit tersebut akan dialihkan ke pembangkit listrik berbasis energi non-bahan bakar fosil, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan motor listrik nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

"PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan, dan sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak, sungguh sangat banyak," kata Presiden Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Ajak Jerman Perluas Investasi Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik di Indonesia

Pemerintah Dorong Peralihan dari PLTD

Keinginan pemerintah mempercepat penutupan PLTD dan mengalihkannya ke pembangkit dengan sumber energi bersih dikenal sebagai de-dieselisasi.

Program tersebut sejalan dengan rencana pembangunan PLTS dengan total kapasitas hingga 100 GW di berbagai daerah Indonesia.

Prabowo mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mewujudkan kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor.

Menurut Prabowo, anggaran yang dikeluarkan untuk mengimpor BBM setiap tahun mencapai 28 miliar dolar AS hingga 30 miliar dolar AS.

Baca Juga: Untan Temukan Potensi Energi Terbarukan Sambas 466 MW, Saatnya Kurangi Impor dari Malaysia

Prabowo Soroti Potensi Energi Alternatif

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki sumber daya energi alternatif yang dinilai lebih bersih dibandingkan BBM yang merupakan bahan bakar fosil.

Salah satu sumber energi tersebut adalah energi surya atau matahari. Ia juga menyebut para ilmuwan dan peneliti Indonesia terus menemukan potensi sumber energi alternatif.

"Ternyata, sungguh sangat banyak, sungguh sangat banyak, dari minggu ke minggu, para ilmuwan kita, para peneliti kita menemukan hasil-hasil luar biasa, cadangan hidrogen alam sangat besar, (begitu juga dengan, red.) cadangan (energi alternatif, red) lain," ujar Prabowo.

Presiden optimistis berbagai potensi tersebut dapat mendukung Indonesia mewujudkan kemandirian energi.

Indonesia Ditargetkan Tidak Bergantung pada Energi dari Luar

Prabowo menegaskan Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri. Menurutnya, ketergantungan tersebut dapat membuat masyarakat terdampak oleh konflik maupun dinamika perdagangan di negara lain.

"Kita butuh untuk tidak tergantung kepada energi di luar negara kita. Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar, terlalu besar. Ada perang di tempat yang jauh, rakyat kita bisa korban. Kita enggak ada kepentingan. Ada pertikaian di mana, ada perang dagang di mana, kita kena. Kita selalu dihantui, tidak bisa!," kata Prabowo.

"Ternyata, kalau kita belajar dengan bener. Tidak usah terlalu lama, kita mengerti Indonesia memiliki kekuatan luar biasa. Indonesia memiliki sumber daya alam luar biasa, tinggal kita bisa atau tidak menjaga dan mengelolanya," kata Prabowo.

Baca Juga: Kementan Kenalkan Teknologi Ubah CPO Jadi Biosolar B100 di PENAS, Dukung Hilirisasi dan Transisi Energi

Target PLTS 100 GW dalam Empat Tahun

Selain mengarahkan PLN meninggalkan PLTD, Prabowo menargetkan pembangunan PLTS dengan total kapasitas hingga 100 GW dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun.

Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS mencapai 30 GW.

"Tahun ini saja, target kita 30 gigawatt," sambung Presiden.

Target tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah mempercepat pengembangan pembangkit listrik berbasis energi nonfosil di berbagai daerah Indonesia.

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
PLTD 13 GW de-dieselisasi Indonesia pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Subianto pln