Menhut: Pejuang Karhutla di Lapangan adalah Pahlawan

Uray Ronald • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:46 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Antara)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. (Antara)

 

PONTIANAK POST Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengapresiasi para pejuang lapangan yang tengah berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan dan mengajak masyarakat turut mendoakan perjuangan pemadaman api.

Raja Juli menyampaikan apresiasi tersebut dalam acara penyerahan penghargaan Wana Lestari 2026 kepada pahlawan hutan di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Jakarta, Kamis (13/8).

"Masih banyak pahlawan-pahlawan lain, para heroes lain di luar sana, terutama sekarang yang sedang berjibaku melawan karhutla, tepuk tangan untuk mereka semua di lapangan, seraya tentu kita sisipkan doa, kita percaya bahwa kerja keras, kerja-kerja yang sistematis, teknokratis, menjadi sangat penting," ujar Menhut.

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meningkat, OMC Diperkuat Cegah Asap Lintas Batas ke Sarawak

Menhut Ajak Masyarakat Doakan Penanganan Karhutla

Raja Juli juga meminta masyarakat bersama-sama mendoakan agar karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dapat segera diatasi dan tidak menimbulkan banyak korban.

"Saya mau tetap sisipkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar karhutla yang sedang menimpa negeri ini dapat kita atasi secara kompak, bersama-sama, sehingga tidak menimbulkan banyak korban yang kena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan tentu hutan-hutan kita bisa terjaga, serta tidak terlalap oleh El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," ucap Menhut Raja Juli.

Karhutla saat ini terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, antara lain Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, serta wilayah Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Baca Juga: Imbas Asap Karhutla Kalbar, Malaysia Belum Layangkan Protes Resmi

Kemenhut Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kemenhut mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan data BMKG menjadi bagian penting untuk menentukan wilayah dan waktu yang dapat dioptimalkan dalam pelaksanaan OMC.

"Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap," katanya.

Titik Panas Meningkat di Kalimantan

Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus.

Data BMKG menunjukkan titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, di Kalimantan Tengah titik panas meningkat dari 29 menjadi 78 titik dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik.

Peningkatan titik panas tersebut menjadi perhatian karena sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Kondisi tersebut mendorong koordinasi antara Kemenhut dan BMKG untuk mengoptimalkan pelaksanaan OMC sesuai potensi pertumbuhan awan di wilayah yang menjadi perhatian.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
titik panas kalimantan karhutla Indonesia 2026 penanganan karhutla Operasi Modifikasi Cuaca raja juli antoni