Jakarta Perkuat Ruang Seni dan Budaya untuk Kota Global yang Damai

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam pembukaan Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam pembukaan Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta).

 

Deskripsi: Pemprov DKI Jakarta memperkuat ekosistem seni dan budaya melalui TIM serta kolaborasi seniman Indonesia-Jerman untuk memperluas pesan perdamaian.

Tag: Jakarta; Seni Budaya; Taman Ismail Marzuki; SBY Art Community

Teks foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam pembukaan Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta).

PONTIANAK POST- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat seni dan kebudayaan sebagai fondasi Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada identitasnya melalui revitalisasi ruang budaya dan perluasan kolaborasi internasional.

Upaya tersebut dilakukan dengan menghidupkan kembali ruang-ruang kebudayaan di Taman Ismail Marzuki (TIM), sekaligus memperkuat ekosistem galeri, komunitas seni, festival, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang mempertemukan pelaku seni dan masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal itu saat membuka Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) malam.

Pramono menilai seni dan kebudayaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter Jakarta sebagai kota global. Karena itu, ruang perjumpaan bagi seniman, pelaku budaya, komunitas, hingga masyarakat internasional terus dibuka untuk mendorong pertukaran gagasan dan kreativitas.

Kolaborasi Indonesia-Jerman Bawa Pesan Perdamaian

Pameran bertema "Art for Peace and a Better Future: Collaboration" menjadi salah satu ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, komunitas kreatif, serta gagasan seni dari Indonesia dan Jerman.

Menurut Pramono, kolaborasi SBY Art Community dengan Kornfeld Galerie Berlin yang kembali berlangsung di Jakarta turut memperkuat karakter kota yang terbuka terhadap pertukaran gagasan, kreativitas, dan kebudayaan.

“Dari kanvas, warna, dan sapuan kuas, kita dapat menangkap gambaran sekaligus harapan tentang dunia yang lebih baik dan penuh perdamaian,” kata Pramono.

Pameran tersebut berlangsung hingga 30 Agustus dengan menampilkan karya seniman Jerman Christopher Lehmpfuhl serta seniman Indonesia Catur Nugroho, Cia Syamsiar, dan sejumlah seniman lainnya.

Pramono mengatakan karya-karya yang dipamerkan memperkaya ruang apresiasi seni sekaligus mempertemukan masyarakat dengan beragam perspektif mengenai alam, budaya, dan kemanusiaan.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap karya seni Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pramono mengaku telah mengoleksi tiga lukisan karya SBY dan berharap dapat menambah koleksi tersebut.

“Semoga perjumpaan seni dan budaya melalui kolaborasi ini dapat semakin mempererat persahabatan Jakarta dan Berlin, memperluas pertukaran kebudayaan, serta membawa karya dan pesan perdamaian dari Jakarta ke dunia,” kata dia. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
SBY Art Community tim JAKARTA