Indonesia Kantongi Kontrak Ekspor 10 Ton Cengkeh ke Arab Saudi

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersama Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi melakukan penandatanganan kontrak pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) 10 ton cengkeh senilai USD 78 ribu atau setara Rp1,3 miliar secara daring di Arab Saudi, Kamis (13/8). (ANTARA/HO-Kemendag)
Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersama Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi melakukan penandatanganan kontrak pembelian (Sales Purchase Agreement/SPA) 10 ton cengkeh senilai USD 78 ribu atau setara Rp1,3 miliar secara daring di Arab Saudi, Kamis (13/8). (ANTARA/HO-Kemendag)

PONTIANAK POST - Indonesia memperoleh kontrak ekspor 10 ton cengkeh senilai 78 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar dari pembeli di Arab Saudi.

Kontrak tersebut ditandai dengan penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) antara PT Navva Nusantara Commodities dari Indonesia dan Al Nafea Foods Co. dari Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan kontrak tersebut menunjukkan produk Indonesia mampu memenuhi pasar internasional.

"Penandatanganan kontrak pembelian cengkeh ke Arab Saudi menunjukkan Indonesia memiliki produk berkualitas internasional. Kami harap, penandatanganan kontrak pembelian ini dapat makin membuka akses produk Indonesia di pasar global, khususnya kawasan Teluk," ujar Fajarini dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Kontrak pembelian tersebut merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) yang dilakukan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada Juni 2026.

Perdagangan Indonesia-Arab Saudi

Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo mengatakan konflik regional yang menjadi tantangan di kawasan Teluk turut berdampak pada biaya pengapalan ke Arab Saudi. Kenaikan biaya tersebut disebut mencapai tiga kali lipat.

Meski demikian, ITPC Jeddah berkomitmen membantu eksportir Indonesia, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam menjajaki pasar Arab Saudi serta menjaga perdagangan kedua negara.

"Kami berharap eksportir yang telah mendapatkan pasar di Arab Saudi terus mempertahankan kualitasnya agar kepercayaan terhadap Indonesia terus terjaga dan dapat membuka peluang yang lebih besar dengan para importir Arab Saudi meski di tengah tantangan perdagangan," kata Bagas.

Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi mencapai 1,69 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia tercatat 1,02 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Arab Saudi mencapai 665,10 juta dolar AS.

Dengan angka tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas sebesar 357,3 juta dolar AS terhadap Arab Saudi.

Sementara pada 2025, total perdagangan nonmigas kedua negara mencapai 3,94 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar 2,88 miliar dolar AS, sedangkan impor mencapai 1,06 miliar dolar AS. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas sebesar 1,82 miliar dolar AS.

Produk utama Indonesia yang diekspor ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu.

Adapun produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi antara lain garam, belerang, kapur; plastik dan barang dari plastik; bahan kimia organik; berbagai produk kimia; serta buah-buahan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
kontrak ekspor arab saudi indonesia cengkeh