Paser dan Kukar Jadi Titik Kebakaran Baru, Kaltim Siapkan OMC

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:02 WIB
Kobaran api melahap lahan dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Munculnya titik kebakaran baru di Paser dan Kutai Kartanegara mendorong pemerintah memperkuat upaya pengendalian agar api dan asap tidak semakin meluas. (KALTIM POST)
Kobaran api melahap lahan dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Munculnya titik kebakaran baru di Paser dan Kutai Kartanegara mendorong pemerintah memperkuat upaya pengendalian agar api dan asap tidak semakin meluas. (KALTIM POST)

 

PONTIANAK POST – Karhutla Kaltim kembali memunculkan titik rawan baru. Di tengah persiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajukan operasi modifikasi cuaca (OMC), kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara dengan total puluhan hektare lahan terbakar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kebakaran di Paser menghanguskan 25,29 hektare lahan. Sementara di Kutai Kartanegara (Kukar), luas lahan terbakar mencapai 49,55 hektare dalam kejadian yang dilaporkan pada Rabu (19/8).

Pemprov Kaltim mulai menyiapkan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah pengendalian karhutla yang masih terjadi di sejumlah kabupaten dan kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim tengah menyusun draf usulan untuk diajukan kepada BNPB.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, langkah tersebut ditempuh karena laporan kebakaran masih terus bermunculan. Pada Jumat (21/8), BPBD menerima sekitar 20 laporan kejadian kebakaran dalam sehari dan jumlahnya masih berpotensi bertambah.

"Kami saat ini sedang menyusun draf untuk diusulkan kepada BNPB untuk melakukan operasi-operasi. Walaupun beberapa daerah sudah mengusulkan," ujar Buyung kepada Kaltim Post, Jumat (21/8).

Menurut Buyung, BPBD Kaltim juga menerima informasi mengenai rencana OMC di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Operasi tersebut disebut direncanakan berlangsung pada 22–27 Agustus dengan pembiayaan sendiri.

Ia berharap operasi di kawasan IKN dapat memberikan dampak terhadap wilayah sekitarnya yang juga menghadapi ancaman kebakaran dan asap.

Di tengah rencana pengajuan OMC, Kabupaten Paser menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius. Berdasarkan pemantauan BPBD Kaltim dalam dua hari sebelumnya, Buyung menyebut terdapat sekitar 70 kejadian kebakaran di daerah tersebut.

"Pada saat ini kejadian paling banyak di Paser. Saya lupa ya, mungkin sekitar 70 lebih," katanya.

BPBD juga memantau kondisi asap bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk di Samarinda, Berau, dan kawasan perbatasan Paser. Hasil pemantauan sementara menunjukkan konsentrasi asap masih relatif tipis dan jarak pandang dinilai masih aman.

"Terutama di daerah perbatasan-perbatasan, di Paser, kemudian juga di Samarinda, sama di Berau. Tapi masih tipis," ujarnya.

Berdasarkan siaran pers BNPB yang disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan, hingga Jumat (21/8), kejadian karhutla baru masih muncul di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan.

Di Paser, titik kebakaran kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu (19/8) di kawasan taman konservasi dengan material terbakar berupa semak belukar dan gambut.

Luas lahan yang terbakar mencapai 25,29 hektare. BPBD Kabupaten Paser bergerak melakukan pemadaman darat dan pemantauan pascapemadaman.

Api dilaporkan berhasil dipadamkan pada Kamis (20/8). Namun, karakter lahan gambut membuat pemantauan tetap penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kebakaran di lahan gambut menyisakan risiko tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, pemadaman tidak cukup hanya memastikan api di permukaan telah hilang.

Pemantauan pascapemadaman menjadi bagian penting agar kebakaran tidak kembali muncul dan meluas. Dampaknya bukan hanya kerusakan lahan, tetapi juga ancaman asap bagi masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

Kebakaran yang cukup luas juga terjadi di Kutai Kartanegara. Pada Rabu (19/8), karhutla muncul di sejumlah lokasi, mulai Desa Loa Gagak di Kecamatan Loa Kulu hingga Kelurahan Spontan Mangkurawang di Tenggarong.

Titik kebakaran juga ditemukan di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Desa Kayu Bata di Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang di Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu di Kecamatan Kota Bangun.

Total luas lahan terbakar mencapai 49,55 hektare. Area terluas berada di Kelurahan Pendingin dengan sekitar 42 hektare lahan terdampak.

Tim reaksi cepat BPBD Kukar bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran menyebar ke sejumlah titik untuk melakukan pemadaman darat. Namun, medan dan jangkauan lokasi menjadi tantangan dalam penanganan di lapangan.

Secara visual pada Kamis (20/8), api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi selain Kelurahan Pendingin. Pantauan drone masih menemukan sekitar enam hingga tujuh titik api di wilayah tersebut.

Buyung menegaskan pengendalian karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Pencegahan pembakaran dan pemantauan titik panas, terutama yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi, harus terus diperkuat.

BPBD bersama sektor perkebunan dan perhutanan terus melakukan pemantauan. Pemprov Kaltim juga telah menerbitkan surat edaran kepada bupati dan wali kota agar larangan pembakaran lahan disosialisasikan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan, kelurahan, desa, dan RT.

Buyung meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika api sudah muncul, pengawasan dan pelaporan cepat diperlukan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

"Kalaupun sudah terjadi, tolong diawasi dengan baik sehingga tidak melebar. Karena efeknya sudah mengganggu, asapnya sudah mengganggu," katanya.

Menurut dia, potensi kebakaran masih ada sehingga pencegahan harus dilakukan bersama. Kelalaian yang memicu api perlu ditekan sebelum menimbulkan dampak lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat.

"Memang potensinya ada. Oleh karena itu, kalau ini dibiarkan terus, kebakaran yang secara umum dilakukan akibat kelalaian, mudah-mudahan kita bisa kurangi," kuncinya.

Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi salah satu prioritas pemerintah. Selain penguatan satuan tugas darat, BNPB memperkuat penanganan melalui satgas udara di enam provinsi prioritas.

Di Kalimantan Selatan, BNPB mengoperasikan satu helikopter untuk patroli, satu untuk OMC, dan tiga untuk water bombing. Di Kalimantan Tengah, tersedia satu helikopter patroli, satu OMC, dan empat water bombing.

Sementara di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan dua helikopter patroli, satu untuk OMC, dan lima untuk water bombing. Pengoperasian armada udara akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG dalam memantau pertumbuhan dan potensi awan hujan. Operasi ini dilakukan dengan memanfaatkan kondisi awan yang memungkinkan untuk mendorong terjadinya hujan pada wilayah yang membutuhkan.

Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer, ketersediaan awan, kebutuhan di lapangan, serta pertimbangan biaya dan peluang keberhasilan operasi.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
karhutla Kaltim Karhutla Meluas Kaltim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca