Prabowo Minta Edukasi Pencegahan Karhutla Diperkuat hingga Tingkat Bawah

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran (kiri) tiba untuk rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026). Presiden Prabowo memberikan instruksi kepada jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat guna menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di empat provinsi terdampak di Kalimantan. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bay/YU)
Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat guna menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di empat provinsi terdampak di Kalimantan. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bay/YU)

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah munculnya titik api di tengah kondisi cuaca yang sangat kering di sejumlah wilayah Kalimantan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan edukasi tersebut harus dilakukan secara terus-menerus hingga menjangkau masyarakat di tingkat paling bawah. Langkah itu diperlukan agar aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat dihindari.

“Dan terakhir juga beliau memberikan penekanan kepada kami semua untuk memberikan terus-menerus tidak bosan edukasi kepada masyarakat kita sampai ke level yang paling bawah,” kata Prasetyo di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut Prasetyo, kondisi cuaca yang sangat kering membuat kebakaran berpotensi cepat membesar. Karena itu, masyarakat diminta menghindari kegiatan yang dapat memunculkan api.

“Untuk sekali lagi menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan potensi munculnya api yang dalam kondisi seperti sekarang akan sangat berbahaya karena bisa membesar dan merugikan kita semua,” kata Prasetyo.

Pemerintah Siapkan Alat Berat

Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo memonitor langsung penanganan karhutla dengan mengunjungi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dalam dua rapat koordinasi, Presiden menerima laporan terkait perkembangan penanganan serta kebutuhan di lapangan.

Selain edukasi sebagai upaya pencegahan, pemerintah juga menyiapkan dukungan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dukungan tersebut dilakukan melalui penambahan alat berat untuk membantu masyarakat membuka lahan.

Prasetyo mengatakan terdapat aturan daerah yang memungkinkan praktik pembukaan lahan dengan cara tertentu. Namun, aturan tersebut tidak berarti pembakaran lahan diperbolehkan.

Karena itu, penyesuaian aturan turut dibahas dalam rapat agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar. Pemerintah akan memberikan dukungan peralatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau perkaranya adalah masyarakat kita membutuhkan untuk membuka lahan, maka pemerintah akan hadir dalam bentuk yang lain dengan memberikan bantuan, misalnya ekskavator-ekskavator yang diperlukan untuk membuka lahan,” kata Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, Presiden telah memutuskan penguatan atau penambahan alat-alat berat untuk membantu masyarakat membuka lahan tanpa menggunakan cara pembakaran. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
memicu api edukasi Presiden Prabowo karhutla