OMC Hari Pertama, 800 Kilogram Garam Disemai di Utara IKN

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Pesawat Casa NC-212 terbang melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026). Otorita IKN bekerja sama dengan TNI AU, BMKG, BPBD serta sejumlah instansi terkait melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kaltim dan IKN dengan menaburkan material natrium klorida (NaCl) atau garam kedalam awan untuk memicu turunya hujan sebagai upaya pencegahan karhutla dan kekeringan yang sedang berlangsung. ANTARA FOTO/Angga Palguna
Pesawat Casa NC-212 terbang melaksanakan operasi modifikasi cuaca di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8).  (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

PONTIANAK POST - Sebanyak 800 kilogram garam disemai pada sejumlah titik di kawasan utara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu, untuk memicu hujan di wilayah yang terdampak kekeringan.

Penyemaian dilakukan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari pertama dengan menyasar lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan awan.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan penyemaian berlangsung di area sekitar 20–30 mil di utara IKN, termasuk di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air kawasan tersebut.

"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu.

Operasi akan dilanjutkan pada Minggu (23/8) dengan mempertimbangkan perkembangan awan dan kondisi atmosfer harian.

Pesawat Casa 212 Bawa Bahan Semai

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan OMC dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Agustus 2026.

Pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU terbang dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 Wita untuk membawa bahan semai berupa garam NaCl.

Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tersebut diterbangkan Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh.

Pesawat itu memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dan kapasitas angkut bahan semai hingga 800 kilogram.

Berdasarkan data BMKG Balikpapan, pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat operasi perlu dilakukan lebih dini agar awan yang tersedia dapat dimanfaatkan.

Pemantauan atmosfer dilakukan secara berkala untuk menentukan titik penyemaian yang paling optimal menghasilkan hujan.

Selain OMC, Otorita IKN menyiapkan langkah lain untuk menjaga ketersediaan air bersih. Salah satunya dengan mengupayakan interkoneksi Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku untuk menyeimbangkan volume air dalam menghadapi kondisi cuaca kering. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
kawasan IKN memicu hujan OMC cadangan air