BMKG Prakirakan Curah Hujan Kalsel Mulai Meningkat pada Oktober 2026

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:45 WIB
Sejumlah orang mengabadikan foto kondisi lahan yang dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Sejumlah orang mengabadikan foto kondisi lahan yang dikepung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

PONTIANAK POST - Curah hujan di Kalimantan Selatan diprakirakan mulai meningkat pada Oktober 2026, terutama di wilayah utara, setelah kondisi hujan pada September masih berada pada kategori sangat rendah hingga rendah.

Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana mengatakan peningkatan curah hujan pada Oktober diprakirakan terjadi di Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

"Sedangkan pada November curah hujan tingkat menengah mulai merata dari wilayah utara menuju selatan Kalimantan Selatan, mencakup Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin,” ujarnya di Banjarbaru, Sabtu.

Peningkatan hujan kemudian diprakirakan meluas ke wilayah selatan, meliputi Tanah Bumbu, Banjar, Kotabaru bagian utara, dan Banjarmasin. Wilayah selatan menjadi area terakhir yang mengalami peningkatan curah hujan.

"Kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada pada kategori sangat rendah hingga rendah, sehingga peningkatan yang mulai terlihat pada Oktober menjadi bagian dari perubahan kondisi hujan secara bertahap,” katanya.

Potensi Hujan Lokal Mulai 23 Agustus

Untuk prakiraan yang lebih dekat, BMKG menyebut model curah hujan harian pada 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil. Namun, mulai 23 Agustus terdapat potensi hujan lokal berskala ringan di wilayah timur dan selatan Kalimantan Selatan.

Utari mengatakan prospek cuaca mingguan juga menunjukkan potensi hujan lokal pada 22 hingga 25 Agustus. Sementara model Global Forecast System (GFS) menunjukkan potensi tersebut mulai 23 Agustus.

Di sisi lain, tingkat kemudahan terbakar lahan pada 22-23 Agustus 2026 masih berada pada kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Masyarakat pun diminta tetap mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti petugas.

Masyarakat juga diminta ikut membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruang, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan dan penggunaan masker dianjurkan karena kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan. Pengguna transportasi juga diminta berhati-hati ketika kondisi udara berkabut.

“Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, baik melalui pelaporan titik api maupun kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang selama kondisi lahan masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar,” ujar Ariansyah. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
kategori sangat rendah curah hujan bmkg kalsel