PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar 10 hektare area di Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, berhasil dipadamkan tim gabungan.
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XXIII/Palaka Wira Letkol Inf Ronald Patty mengatakan penanganan dilakukan secara intensif dengan mendeteksi titik api menggunakan drone, mengerahkan personel ke lokasi, serta menyiapkan kendaraan dan peralatan pemadaman.
“Penanganan dilakukan secara intensif dengan mengedepankan deteksi titik api menggunakan drone, pengerahan personel ke lokasi, serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman,” kata Ronald di Palu, Sabtu.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI, BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, dan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan drone personel Yonif TP 873/MM pada Kamis (20/8) mulai pukul 06.03 WITA, ditemukan tiga titik api. Dua titik berada di Dusun II dan satu titik lainnya berada di Dusun VI.
Setelah apel pengecekan personel, tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Hingga siang hari, dua titik api berhasil dipadamkan, sedangkan satu titik di Dusun II masih dalam penanganan.
Personel Kodim 1306/KP bersama Yonif TP 873/MM dan Brigif TP 30/KN kemudian kembali diterjunkan untuk memadamkan titik api yang masih menyala.
“Seluruh titik api di Dusun II dan Dusun VI akhirnya berhasil dipadamkan,” ujarnya.
169 Personel Dikerahkan
Sebanyak 169 personel terlibat dalam penanganan karhutla tersebut. Mereka terdiri atas 87 personel TNI, 14 personel BPBD, 50 masyarakat, 14 personel pemadam kebakaran, dan empat personel Polsek Sindue.
Pemadaman juga didukung mobil pemadam kebakaran milik TNI dan Pemerintah Kabupaten Donggala serta pompa punggung.
Ronald mengatakan penanganan tidak berhenti setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan. Pemantauan dan pengecekan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul serta mencegah kebakaran meluas.
“Setelah seluruh titik api dinyatakan padam, personel kembali ke satuan masing-masing,” katanya.
Kodam XXIII/Palaka Wira, kata Ronald, akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani karhutla, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Ia menegaskan sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi bagian penting untuk mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara