PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan empat helikopter pengebom air atau water bombing untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Kita tambahin empat (helikopter water bombing)," kata Presiden saat menjawab permintaan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu.
Persetujuan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla yang diunggah Sekretariat Presiden. Selain tambahan helikopter, Presiden juga menyetujui sejumlah peralatan untuk memperkuat pemadaman di darat.
Bantuan tersebut meliputi 100 unit pompa air, 2.000 unit alat pelindung diri (APD), cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.
Presiden bahkan menelepon langsung untuk meminta tambahan pompa segera dikirim ke Kalimantan Tengah.
10.700 Personel Dikerahkan
Dalam rapat tersebut, Ahmad Toyib melaporkan sebanyak 10.700 personel gabungan telah dikerahkan dalam Satuan Tugas (Satgas) darat Kalteng.
Personel tersebut berasal dari BPBD, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, masyarakat peduli api, serta potensi masyarakat lainnya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas supervisi penanggulangan karhutla yang telah diberikan bagi Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Ahmad Toyib di hadapan Presiden.
Untuk dukungan udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan satu unit helikopter patroli dan satu unit pesawat Cessna yang digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta patroli udara.
Sementara itu, empat unit helikopter water bombing telah beroperasi untuk mendukung pemadaman karhutla.
"Mohon izin, kalau bisa, tambahan dua sampai tiga unit lagi, Pak Presiden. Karena ini sangat membantu," ujar Kalaksa dalam rapat tersebut. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara