PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dinilai tidak separah kabar yang sebelumnya beredar di media sosial.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan hal tersebut setelah meninjau langsung lokasi karhutla bersama Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, unsur TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, serta unsur terkait lainnya, Sabtu.
“Untuk di Kalimantan Selatan, kita lihat sendiri tidak terlalu parah. Memang dua hari yang lalu sempat viral di media, tetapi setelah kita datang ke sini tidak separah apa yang kita lihat di media sosial,” kata KSAL Ali setelah meninjau titik karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalsel, Sabtu.
Menurut Ali, peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi karhutla sekaligus upaya pemadaman yang dilakukan secara gabungan.
“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi karhutla sekaligus upaya pemadaman yang dilaksanakan secara gabungan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, TNI dan Polri,” katanya.
Pemerintah Pusat Tetap Beri Dukungan
Ali mengatakan kondisi karhutla di Kalimantan Selatan tidak terlalu parah karena angin laut membuat asap cepat terbawa. Penanganan di lokasi juga dilakukan melalui kerja sama aparat bersama Forkopimda.
Ia menegaskan pemerintah pusat tetap memberikan bantuan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Dukungan tersebut berupa pengiriman sejumlah pesawat udara dan helikopter, pengerahan pasukan dari pusat, serta kehadiran BNPB pusat.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan karhutla yang ditinjau bersama hanya terlihat di bagian pinggir kawasan. Kondisi tersebut menurutnya tidak menunjukkan keadaan separah yang dikhawatirkan sebelumnya.
Muhidin mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla. Ia juga meminta masyarakat yang menemukan kebakaran agar membersihkan bagian di sekitar lokasi sehingga api tidak mudah meluas. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara