Hari Ketiga, Tim Gabungan Masih Jibaku Padamkan Karhutla di Tanjab Barat

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 02:10 WIB
Lokasi kebakaran hutan dan lahan di Deaa Muntialo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi (ANTARA/HO-Manggala Agni Jambi)
Lokasi kebakaran hutan dan lahan di Deaa Muntialo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi (ANTARA/HO-Manggala Agni Jambi)

PONTIANAK POST - Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Jambi masih berjibaku memadamkan api di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memasuki hari ketiga penanganan.

Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung Sandy Prabowo mengatakan petugas masih menyisir area yang mengeluarkan asap, termasuk bagian utama lokasi kebakaran yang menjadi sumber api.

"Target hari ini tim menyisir sisi kiri dan kanan areal yang masih mengeluarkan asap, termasuk pada bagian utama yang terbakar atau menjadi sumber api," kata Sandy dalam keterangan resminya yang diterima Sabtu.

Untuk pemadaman, tim menggunakan tiga unit mesin ministrike, dua unit mesin robin, serta 35 roll selang dengan panjang masing-masing 30 meter.

Namun, petugas menghadapi kendala sumber air. Kanal yang menjadi sumber air memiliki lebar sekitar tiga meter dengan kedalaman hanya 30 sentimeter dan kondisinya kering.

Jarak sumber air menuju lokasi kebakaran berkisar 200 hingga 300 meter. Sementara itu, jenis tanah di lokasi merupakan gambut dengan kedalaman sekitar satu meter.

Luas Terbakar Diperkirakan 2,5 Hektare

Sandy mengatakan vegetasi yang terbakar berupa tanaman pinang dan kelapa sawit. Berdasarkan informasi masyarakat yang membantu pemadaman, luas areal terbakar sementara diperkirakan sekitar 2,5 hektare.

Luas akurat lahan yang terbakar akan dihitung menggunakan analisis citra satelit oleh Kementerian Kehutanan.

Pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api. Petugas berfokus melakukan pendinginan pada titik-titik api yang berada di bawah permukaan gambut.

Masyarakat sekitar juga diimbau tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Berdasarkan rekapitulasi luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 658,29 hektare.

Kabupaten Muaro Jambi mencatat luasan terbesar dengan 264,78 hektare, disusul Batanghari 95,53 hektare, Tanjung Jabung Barat 58,10 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare.

Sementara data BPBD terkait penegakan hukum karhutla tahun 2026 mencatat 62 kasus. Rinciannya 55 kasus dalam tahap penyelidikan dan tujuh kasus dalam tahap penyidikan, dengan delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus dalam tahap penyelidikan terbanyak berada di Sarolangun sebanyak 26 kasus dan Muaro Jambi 10 kasus.

Tim Posko Darat juga terus melakukan patroli, pengecekan lahan yang mudah terbakar, serta pemetaan sumber air.

Pemadaman di Merangin dan Sarolangun dipimpin langsung Dandim 0420/Sarko selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi.

Untuk operasi udara pada 21 Agustus 2026, dilakukan briefing rutin Satgas Udara bersama BNPB dan Korem 042 Gapu. Polairud Polda Jambi mengerahkan satu helikopter patroli PK-ELS dan satu helikopter water bombing RA-22840 dengan total 27 kali drop dan 108.000 liter air.

Personel Posko Komando Terpadu di wilayah rawan karhutla juga terus memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Desa Muntialo Tanjab Barat kendala sumber air karhutla