PONTIANAK POST – Bank Mandiri yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia ternyata lahir dari sebuah proses restrukturisasi besar-besaran sektor perbankan pada masa krisis ekonomi 1997–1998.
Bank Mandiri bukan dibentuk dari nol sebagai bank baru, melainkan merupakan hasil penggabungan empat bank milik pemerintah, yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
Proses tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyelamatkan dan memperkuat sistem perbankan Indonesia yang terpukul hebat oleh krisis moneter Asia.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp25,63 Triliun, Jangkau 134.682 Debitur Baru
Lahir di Tengah Krisis Ekonomi
Bank Mandiri secara resmi didirikan pada 2 Oktober 1998, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 1998 dan Akta Notaris Nomor 10. Pendirian tersebut berlangsung ketika pemerintah sedang menjalankan program restrukturisasi perbankan nasional.
Krisis ekonomi yang dimulai pada 1997 menyebabkan nilai rupiah jatuh tajam dan menimbulkan tekanan besar terhadap sistem keuangan Indonesia. Banyak bank mengalami masalah likuiditas, kualitas kredit memburuk, dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan merosot.
Dalam situasi tersebut, pemerintah melakukan berbagai langkah, mulai dari penutupan bank bermasalah, pengambilalihan sejumlah bank, hingga program rekapitalisasi dan restrukturisasi.
Salah satu kebijakan pentingnya adalah membentuk bank besar melalui penggabungan empat bank pemerintah.
Dokumen Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa pada 11 September 1998 pemerintah bahkan membentuk tim koordinasi untuk melaksanakan penggabungan BBD, BDN, Bapindo dan Bank Exim.
Baca Juga: Bank Mandiri Bukukan Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026, Kredit Melonjak
Empat Bank yang Menjadi Cikal Bakal Bank Mandiri
Empat bank tersebut memiliki sejarah yang jauh lebih tua daripada Bank Mandiri.
1. Bank Dagang Negara
Bank Dagang Negara atau BDN merupakan salah satu bank tertua yang kemudian menjadi bagian Bank Mandiri.
Sejarahnya berawal dari Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia pada 1857. Setelah melalui sejumlah perubahan nama dan nasionalisasi, lembaga tersebut berkembang menjadi Bank Dagang Negara.
BDN dikenal memiliki peran dalam pembiayaan sektor industri dan pertambangan.
Artinya, sebagian warisan Bank Mandiri hari ini dapat ditarik hingga aktivitas perbankan pada masa kolonial abad ke-19.
2. Bank Bumi Daya
Cikal bakal Bank Bumi Daya juga melewati sejarah yang panjang.
Bank tersebut antara lain berkaitan dengan De Nationale Handelsbank NV, sebuah bank Belanda yang kemudian dinasionalisasi dan berubah menjadi Bank Umum Negara pada 1959.
Dalam perkembangan berikutnya, Bank Umum Negara mengalami sejumlah perubahan organisasi. Pada 1965, bank tersebut masuk ke dalam struktur Bank Negara Indonesia sebagai Unit IV. Tiga tahun kemudian, pada 1968, unit tersebut berubah menjadi Bank Bumi Daya.
3. Bank Ekspor Impor Indonesia
Bank Ekspor Impor Indonesia atau Bank Exim mempunyai akar sejarah yang juga sangat panjang.
Dalam riwayat Bank Mandiri, sejarah kelompok ini ditelusuri hingga 1824, sementara kegiatan perbankannya disebut aktif sejak 1870. Bank Exim kemudian berperan dalam pembiayaan kegiatan ekspor-impor Indonesia.
Salah satu peninggalan sejarah Bank Exim bahkan masih dapat dilihat di Jakarta.
Bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta pernah digunakan sebagai kantor pusat Bank Exim. Gedung tersebut awalnya dibangun untuk Nederlandsche Handel Maatschappij dan diresmikan pada 1933. Setelah nasionalisasi perusahaan asing pada 1960, bangunan itu kemudian digunakan Bank Exim.
4. Bank Pembangunan Indonesia
Bank Pembangunan Indonesia atau Bapindo memiliki karakter berbeda dibandingkan tiga bank lainnya karena sejak awal berkaitan dengan pembiayaan pembangunan.
Sejarahnya berkaitan dengan Bank Industri Negara (BIN) yang telah berperan dalam pengembangan sektor ekonomi Indonesia sejak 1951. Dalam perjalanan selanjutnya, struktur tersebut berkembang menjadi Bapindo.
Keempat bank tersebut akhirnya memiliki fungsi dan pengalaman yang berbeda, tetapi kemudian disatukan dalam satu entitas besar.
Bukan Sekadar Merger, tetapi Restrukturisasi
Penggabungan empat bank tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi perbankan Indonesia pascakrisis 1997.
Kajian Charles Enoch, Barbara Baldwin dan Olivier Frecaut dalam IMF Working Paper mengenai krisis perbankan Indonesia 1997–1999 menggambarkan periode tersebut sebagai masa ketika sistem perbankan nasional menghadapi tekanan luar biasa dan membutuhkan restrukturisasi menyeluruh.
Pemerintah kemudian melakukan reformasi dengan tujuan membangun sistem perbankan yang lebih kuat.
Dalam konteks itu, pembentukan Bank Mandiri menjadi bagian dari strategi konsolidasi bank pemerintah.
Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 1998 secara eksplisit menyebut bahwa pendirian Bank Mandiri akan diikuti dengan penyatuan BBD, BDN, Bank Exim dan Bapindo menjadi sebuah bank milik negara yang kuat dan memiliki daya saing tinggi.
Merger Efektif pada Juli 1999
Meski Bank Mandiri telah didirikan pada 2 Oktober 1998, penggabungan empat bank secara hukum baru efektif pada 31 Juli 1999.
Akta penggabungan dibuat pada 24 Juli 1999 dan kemudian memperoleh pengesahan. Bank Mandiri mencatat 31 Juli 1999 sebagai tanggal efektif penggabungan usaha.
Pada tanggal tersebut, aset dan liabilitas keempat bank peserta penggabungan dialihkan kepada Bank Mandiri. Seluruh operasi dan aktivitas bisnisnya juga dialihkan kepada bank hasil merger.
Keempat bank peserta kemudian dibubarkan secara hukum tanpa proses likuidasi, sementara Bank Mandiri mengambil alih seluruh hak dan kewajiban mereka.
Bank Mandiri sendiri mulai beroperasi pada 1 Agustus 1999, sehari setelah tanggal efektif penggabungan.
Mengapa Pemerintah Menggabungkan Empat Bank?
Tujuan utamanya adalah membangun bank pemerintah dengan skala lebih besar dan kondisi keuangan yang lebih kuat setelah krisis.
Pemerintah pada saat itu menghadapi persoalan perbankan yang tidak hanya menyangkut satu atau dua institusi. Restrukturisasi dibutuhkan untuk memperbaiki kesehatan bank, meningkatkan efisiensi, serta memulihkan kepercayaan terhadap sistem keuangan.
Bank Mandiri kemudian menjadi salah satu hasil paling penting dari proses tersebut.
Dengan menggabungkan empat bank yang memiliki jaringan, nasabah, aset dan pengalaman berbeda, pemerintah berharap dapat menciptakan sebuah bank nasional yang memiliki kemampuan bersaing lebih besar.
Dari Empat Bank Menjadi Satu
Jika diringkas, perjalanan lahirnya Bank Mandiri dapat digambarkan sebagai berikut:
Bank Bumi Daya + Bank Dagang Negara + Bank Ekspor Impor Indonesia + Bank Pembangunan Indonesia → Bank Mandiri
Namun, sejarahnya jauh lebih panjang daripada merger tersebut.
Keempat bank membawa warisan institusi yang berasal dari periode berbeda dalam sejarah Indonesia. Ada yang berakar pada lembaga keuangan era kolonial, ada yang lahir dari proses nasionalisasi, dan ada pula yang dibentuk untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Karena itu, sejarah Bank Mandiri sesungguhnya merupakan pertemuan beberapa jalur sejarah perbankan Indonesia dalam satu institusi.
Dari Bank Hasil Krisis Menjadi Bank Besar
Setelah merger, Bank Mandiri kemudian menjalani proses integrasi organisasi, sistem, jaringan kantor, teknologi dan budaya kerja dari empat bank sebelumnya.
Langkah tersebut tidak sederhana. Menggabungkan empat institusi besar berarti menyatukan sistem dan sumber daya manusia yang sebelumnya memiliki struktur masing-masing.
Namun, proses konsolidasi itu menjadi fondasi bagi perkembangan Bank Mandiri pada tahun-tahun berikutnya.
Sejarah resmi Bank Mandiri menyebut bahwa bank tersebut sejak awal dibentuk sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan pemerintah.
Dengan demikian, ketika masyarakat menyebut Bank Mandiri sebagai bank yang lahir pada 1998, hal tersebut benar secara hukum. Tetapi jika ditelusuri lebih jauh, usia sejarah yang diwarisinya jauh lebih tua.
Bank Mandiri merupakan hasil penggabungan empat bank BUMN yang memiliki akar sejarah hingga lebih dari 140 tahun.
Jadi, Bank Mandiri Gabungan Bank Apa Saja?
Empat bank yang dilebur menjadi Bank Mandiri adalah:
- PT Bank Bumi Daya (Persero) – BBD
- PT Bank Dagang Negara (Persero) – BDN
- PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) – Bank Exim
- PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) – Bapindo
Penggabungan tersebut merupakan bagian penting dari restrukturisasi perbankan Indonesia setelah krisis 1997–1998, dan secara hukum efektif pada 31 Juli 1999. (*)
Editor : Rafael B. Junior