Rakyat Bantu Rakyat, Driver Ojol hingga Laskar Betawi Galang Solidaritas Demo AMPB

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Sejumlah ojek online dari berbagai daerah membawa bantuan logistik makanan dan minuman di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Menjelang puncak aski pada tanggal 27 Agustus 2026 bantuan masyarakat terus mengalir ke posko pengumpulan donasi, selain itu AMPB juga menjual baju yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan aksi. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Sejumlah ojek online dari berbagai daerah membawa bantuan logistik makanan dan minuman di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Menjelang puncak aski pada tanggal 27 Agustus 2026 bantuan masyarakat terus mengalir ke posko pengumpulan donasi, selain itu AMPB juga menjual baju yang hasilnya akan digunakan untuk keperluan aksi. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

 

PONTIANAK POST – Solidaritas aksi warga Pati di depan Kompleks DPR terus mengalir. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol), warga, hingga Laskar Adat Betawi ikut memberikan dukungan dengan cara mengawal peserta aksi, menjaga donasi, dan membantu memastikan massa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman.

Pantauan Jawa Pos pada Selasa (26/8), dukungan berupa makanan dan air minum terus berdatangan sejak massa berkumpul di depan gerbang Kompleks DPR. Di sisi lain, rombongan warga dari Jepara juga bergerak menuju Jakarta untuk bergabung dengan massa dari berbagai daerah.

Donasi Air dan Makanan Terus Berdatangan

Sejak sekitar pukul 12.00, massa mulai berkumpul di depan gerbang Kompleks DPR. Sejumlah pengemudi ojol telah berada di lokasi dan ikut membantu mengawal tumpukan donasi.

Hampir setiap jam, kendaraan berhenti di sekitar lokasi untuk menurunkan dus-dus air mineral. Sejumlah pengendara sepeda motor juga terlihat membawa dua hingga tiga dus air minum.

Donasi tersebut dikumpulkan pada satu titik. Tumpukannya bahkan mencapai hampir setinggi orang dewasa.

Renaldi, salah seorang warga yang datang membawa bantuan, mengatakan dirinya tergerak memberikan dukungan karena bersimpati terhadap gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

“Saya simpatik dengan gerakannya. Hukum mati koruptor,” ujarnya.

Ojol Menyumbangkan Tenaga

Dukungan juga datang dari para pengemudi ojol yang berada di sekitar lokasi aksi. Salah satunya Mela Maria Rosa Pardede.

Perempuan berusia 56 tahun itu mengatakan memilih menyumbangkan tenaga untuk membantu warga Pati. Baginya, dukungan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk uang.

“Saya tidak punya uang. Tapi, saya sumbangkan tenaga untuk menjaga dan mendukung warga Pati,” ujarnya.

Mela berharap aspirasi yang dibawa peserta aksi dapat segera mendapat perhatian. Salah satu tuntutan yang ia soroti adalah pengesahan RUU Perampasan Aset.

Kehadiran para pengemudi ojol memperlihatkan dukungan yang datang dari beragam latar belakang. Mereka ikut mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing, mulai membantu pengamanan hingga menjaga logistik yang dikumpulkan di sekitar lokasi.

Laskar Betawi Siap Mengawal Kepulangan Warga

Solidaritas terhadap peserta aksi juga datang dari Laskar Adat Betawi. Panglima Laskar Adat Betawi wilayah Cakung, Icing Faisal Abe, menyatakan siap membantu menjaga keamanan warga Pati selama menyampaikan aspirasi.

“Laskar Adat Betawi akan menjaga warga untuk berdemonstrasi hingga pulang dengan aman ke Pati,” tegasnya.

Meski memberikan dukungan, dia mengingatkan peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban. Ia meminta massa tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak fasilitas publik.

“Demo harus didukung, tapi jangan rusak fasilitas publik,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi dan penghormatan terhadap ruang publik harus berjalan bersamaan. Massa diharapkan dapat menyuarakan tuntutan secara tertib dan damai.

Warga Jepara Bergerak ke Jakarta

Pergerakan massa menuju Jakarta juga berlangsung dari daerah lain. Kemarin, giliran Aliansi Masyarakat Jepara Bersatu (AMJB) berangkat menuju ibu kota untuk bergabung dengan massa yang lebih dulu berkumpul di depan Gedung DPR.

Sejumlah tuntutan yang dibawa antara lain pengesahan UU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Rombongan berangkat secara mandiri dari sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara. Sedikitnya empat mobil diberangkatkan menuju Jakarta.

Koordinator AMJB Jepara Ma’ruf mengatakan keberangkatan dilakukan atas inisiatif masyarakat. Sebelum bertolak, sebagian peserta terlebih dahulu menyampaikan aspirasi di Bundaran Ngabul, Kecamatan Tahunan.

“Antusiasmenya banyak, tetapi tidak semuanya bisa tertampung. Ada yang berangkat mandiri. Mobil keempat berangkat dari Bundaran Ngabul Tahunan, tujuh orang selepas Zuhur sekitar pukul 12.00,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (26/8).

Nelayan hingga Pekerja Lintas Sektor Bergabung

Peserta yang berangkat berasal dari sejumlah wilayah di Jepara. Di antaranya Kecamatan Pecangaan, Bandungharjo, Tubanan, Tahunan, dan Demaan.

Latar belakang mereka juga beragam. Mulai dari nelayan hingga pekerja di berbagai sektor.

Ma’ruf menegaskan keberangkatan rombongan tersebut tidak digerakkan oleh kepentingan politik tertentu. Menurut dia, peserta datang atas kesadaran dan keinginan bersama untuk menyampaikan aspirasi.

“Spontanitas. Saling tidak mengenal. Kami hanya punya keinginan yang sama untuk menyampaikan aspirasi,” katanya.

Sesampainya di Jakarta, rombongan AMJB berencana bergabung dengan elemen masyarakat lainnya, termasuk Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB).

“Komitmen kami tidak akan pulang sampai UU disahkan. Sampai tanggal berapa pun, kalau memang dibutuhkan, kami siap berada di sana,” ujarnya.

Solidaritas Melampaui Batas Daerah

Dukungan terhadap aksi warga Pati kini datang dari berbagai kelompok dan daerah. Ada yang menyumbangkan makanan dan air minum, ada yang mengawal, sementara sebagian lainnya memilih datang langsung untuk bergabung menyampaikan aspirasi.

Bagi para pendukung, keterlibatan itu menjadi cara untuk mengambil bagian dalam perjuangan yang mereka anggap mewakili keresahan bersama. Namun, tuntutan yang disampaikan tetap membutuhkan proses sesuai mekanisme hukum dan legislasi yang berlaku.

Perkembangan aksi, termasuk jumlah massa, pengamanan, serta tindak lanjut terhadap tuntutan peserta, menjadi informasi penting yang perlu terus dipantau.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
olidaritas aksi warga Pati aksi AMPB di DPR dukungan driver ojol donasi warga Pati Laskar Adat Betawi