Trik Baru Lawan Karhutla: BRIN Ubah Tepung Singkong Jadi Cairan Pemadam Api, Begini Cara Kerjanya

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Proses pemadaman api dengan menggunakan singkong-APP. (BRIN)
Proses pemadaman api dengan menggunakan singkong-APP. (BRIN)

PONTIANAK POST - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan formula pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbahan dasar tepung singkong.

Inovasi bernama CASSA-P ini mengombinasikan pati singkong termodifikasi dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.

Bukan Sekadar Isu Viral, Ada Dasar Ilmiahnya

Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, menegaskan gagasan ini bukan tanpa dasar.

Baca Juga: Karhutla 20 Hektare di Kubu Raya Dipasang Police Line, Polisi Telusuri Penyebab dan Status Lahan

“Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur,” ujarnya dikutip dari laman BRIN (26/08).

Empat Mekanisme yang Bekerja Bersamaan

Julinton menjelaskan cara kerja cairan ini secara detail.

“Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas,” paparnya.

Baca Juga: Karhutla Bakar 2 Hektare Lahan Gambut Pontianak, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Lapisan char yang terbentuk kemudian menghambat panas dan oksigen mencapai bahan bakar.

Bisa Disemprot dari Drone hingga Darat

Formulasi ini dirancang fleksibel untuk aplikasi udara maupun darat, termasuk penyemprotan presisi via drone pada titik api awal dan sisi kebakaran, atau pembentukan “retardant line” di darat untuk memperlambat rambatan api.

Lebih lanjut, BRIN mengingatkan meski berasal dari biomassa terbarukan, formulasi akhir belum bisa langsung diklaim 100 persen biodegradable atau bebas racun.

Uji biodegradabilitas, fitotoksisitas, hingga dampak pada organisme tanah dan air masih harus dilakukan sebelum teknologi ini diterapkan secara luas.

 

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
tepung singkong CASSA-P BRIN karhutla pemadam api ringan