BRIN Tegaskan Penggunaan Tepung Singkong untuk Karhutla Masih Tahap Uji Coba

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:53 WIB
Petugas terus melakukan pemadaman api di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kamis (13/8). (ISTIMEWA)
Petugas terus melakukan pemadaman api di Karhutla Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kamis (13/8). (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK POST — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan penggunaan tepung singkong untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dalam tahap kajian serta uji coba. Teknologi ini dipastikan belum siap untuk diproduksi maupun diterapkan secara luas di lapangan.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. Menurutnya, kajian teoritis langsung dilakukan oleh ahli kimia molekuler BRIN setelah menerima informasi mengenai potensi pemanfaatan bahan mentah tersebut.

"Begitu saya mendapat berita itu, kemudian kita lakukan kajian secara teoritik. Para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul," kata Arif, Jumat (28/8).

Kendati secara teori dinilai memungkinkan, Arif menegaskan hasil tersebut belum membuktikan efektivitas tepung singkong dalam menangani karhutla skala besar. Saat ini, BRIN bekerja sama dengan Polri untuk menguji efektivitas dan metode penanganan di lapangan.

Penerapan pada area kebakaran yang luas menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait teknik penyebaran dan komposisi campuran zat pendukung.

"Untuk skala besar kan kemudian dari sisi campuran-campuran zatnya maupun dari sisi bagaimana teknik untuk memadamkannya seperti apa. Kan tidak mungkin ditaburi pakai tangan, harus pakai alat-alat tertentu dan sekarang sedang dikaji," ujar Arif.

Ia menambahkan, pengujian ini merupakan bagian dari peran BRIN dalam menginkubasi serta memvalidasi secara ilmiah berbagai inovasi yang berkembang di masyarakat sebelum direkomendasikan untuk pemanfaatan secara masif.

Masyarakat pun diimbau tidak menganggap metode ini sudah dapat diterapkan secara langsung, mengingat tim gabungan BRIN dan Polri masih menyiapkan skenario uji coba lanjutan dalam skala yang lebih besar.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
tepung singkong BRIN karhutla Uji coba