Ketua MPR Beri Komentar Soal Karhutla yang Kian Memprihatinkan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB
ASAP: Seorang balita harus menggunakan masker saat digendong ibunya beraktivitas di luar rumah Jalan Raya Kakap, Kubu Raya. Ancaman ISPA menghantui balita dan anak-anak saat musim kabut asap.
ASAP: Seorang balita harus menggunakan masker saat digendong ibunya beraktivitas di luar rumah Jalan Raya Kakap, Kubu Raya. Ancaman ISPA menghantui balita dan anak-anak saat musim kabut asap.

 

PONTIANAK POST — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia saat ini berada dalam tingkat yang memprihatinkan. Kendati demikian, ia menilai pemerintah dan aparat terkait telah berupaya keras menanggulangi bencana tersebut.

Muzani mengungkapkan bahwa penanganan karhutla di lapangan menghadapi kendala yang sangat kompleks akibat luasnya area yang terbakar serta terbatasnya sumber air di tengah musim kemarau panjang.

"Ini agak tidak gampang, tapi saya melihat semangat dari aparat-aparat, baik TNI, Polri, ataupun mereka yang menangani persoalan karhutla ini dengan sungguh-sungguh," ujar Muzani di Jakarta, Jumat (28/8).

Ia menyoroti sebaran kebakaran yang kini mulai merambah kawasan hutan sensitif dan konservasi. Selain wilayah langganan di Kalimantan dan Sumatera, karhutla dilaporkan mulai meluas ke wilayah Jawa hingga Papua.

Situasi ini diperkuat oleh data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (27/8) yang mencatat lonjakan tajam titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi area dengan peningkatan tertinggi, yakni mendeteksi 1.837 titik panas baru.

Muzani mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang bertaruh risiko di lapangan serta mengimbau para petugas untuk tetap mengutamakan keselamatan. Selain itu, ia mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan nyata demi kelancaran operasi pemadaman di area terdampak.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Ketua MPR titik panas bnpb kalimantan karhutla