PONTIANAK POST - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah juga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie setelah menghadiri Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan dan TNI di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Senin (31/8).
Saat ditanya mengenai target penanganan karhutla, Sjafrie menyampaikan pesan yang sebelumnya disampaikan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto.
Baca Juga: Titik Api Kalbar Turun Drastis, Menhut Raja Juli Ingatkan Ancaman Asap Belum Berakhir
“Saya diberitahu Pak Ketua Komisi I, target kebakaran hutan itu tergantung rakyat Indonesia. Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya ya,” tegas Sjafrie dikutip dari Total Politik (1/9).
Semua Pihak Ikut Turun Tangan
Ajakan gotong royong tidak hanya ditujukan kepada masyarakat secara umum. Sjafrie secara khusus mendorong seluruh pihak perlu bergotong royong dan mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk memadamkan api.
Karena itu, keberhasilan mengatasi karhutla sangat bergantung pada keterlibatan bersama berbagai pihak.
“Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, helikopter water bombing, beri bantuan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ya,” ujarnya dikutip dari Antara (31/8).
Baca Juga: Karhutla Landak Meluas, Bupati Karolin Minta Bantuan Water Bombing
Kemhan-TNI Kerahkan Kemampuan
Dalam Raker Komisi I DPR RI, Ketua Komisi I Utut Adianto mengapresiasi respons cepat TNI terhadap berbagai kondisi darurat, termasuk karhutla dan bencana alam di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, dinukil dari laman Kemhan (31/8), Sjafrie memastikan Kemhan dan TNI telah mengerahkan kemampuan serta kekuatan yang dimiliki untuk membantu mengatasi karhutla.
Ia menjelaskan, penanganan bencana seperti karhutla dan gempa bumi termasuk dalam target dinamis anggaran pertahanan. Dukungan anggaran digunakan untuk mempercepat bantuan ketika kondisi darurat terjadi.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Menguat, Polres Sambas Bagikan Masker dan Serukan Tertib Berlalu Lintas
Editor : Khoiril Arif Ya'qob