PONTIANAK POST- Praktik produksi dan peredaran oli palsu dalam skala besar dibongkar Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di sebuah gudang kawasan Cengkareng. Usaha ilegal yang disebut telah berjalan sejak 2025 itu memproduksi oli hingga berton-ton dan menghasilkan keuntungan mendekati miliaran rupiah.
Pengungkapan tersebut sekaligus mengungkap modus pelaku yang mengolah oli bekas menjadi cairan yang secara tampilan menyerupai produk baru. Produk hasil pemalsuan itu kemudian dikemas kembali dengan menggunakan berbagai komponen kemasan yang dibuat semirip mungkin dengan produk asli.
Para pelaku mendapatkan oli bekas dari sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta Utara hingga berbagai daerah di Banten. Cairan tersebut kemudian diproses menggunakan bahan kimia tertentu untuk mengubah tampilan oli yang sebelumnya berwarna hitam pekat menjadi lebih jernih.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menjelaskan, pelaku menggunakan bahan kimia pengental bernama DDN serta parafin atau TEP dalam proses pengolahan oli bekas tersebut.
“Walaupun warnanya telah jernih, kualitasnya tetap kualitas bekas,” kata Nasriadi.
Kemasan Direkayasa Menyerupai Produk Asli
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan pemalsuan tidak berhenti pada pengolahan cairan oli. Pelaku juga merekayasa kemasan agar produk hasil olahan tersebut sulit dibedakan dari oli asli.
Menurut Zulkan, para pelaku terlebih dahulu mempelajari kemasan produk asli. Setelah itu, mereka membuat sendiri sejumlah komponen, mulai dari stiker, tutup botol, hingga kode batang atau barcode.
“Drum-drum bekas pun dicat ulang dan diperbaiki tampilannya agar terlihat seperti kemasan produk baru. Semua komponen merupakan hasil rekayasa pemalsuan tanpa izin sama sekali,” kata Zulkan.
Polisi menyebut praktik tersebut berpotensi merugikan konsumen karena produk yang dipasarkan seolah-olah merupakan oli baru, padahal bahan dasarnya berasal dari oli bekas yang telah melalui proses pengolahan ulang.
Peredaran produk tersebut juga menjadi perhatian karena kualitas oli berhubungan langsung dengan kinerja dan keamanan kendaraan yang menggunakannya. (*)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : jpgnewsroom