ICPI Dorong Pemulihan Desa Adat Sade Tak Sekadar Bangun Kembali Pasca Kebakaran

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:58 WIB
Arsip Foto - Warga membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar di Desa Adat Sade di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Kamis (27/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj)
Arsip Foto - Warga membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar di Desa Adat Sade di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Kamis (27/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj)

PONTIANAK POST- Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) mendorong pemulihan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang rusak, tetapi juga mencakup penyelamatan aset budaya, pemulihan ekonomi, dan keberlanjutan pariwisata berbasis adat.

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di wilayah Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pada 22 Agustus 2026 berdampak pada rumah adat, bangunan tradisional, benda pusaka, serta sejumlah warisan budaya masyarakat setempat.

Ketua Umum ICPI Azril Azhari mengatakan aset budaya yang menjadi identitas Desa Adat Sade harus menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascakebakaran.

"Kementerian Pariwisata perlu merancang daripada mengembalikan lagi rohnya adat di Sade," katanya saat dihubungi ANTARA melalui telepon dari Jakarta, Rabu.

Menurut Azril, pembangunan kembali infrastruktur tidak cukup untuk mengembalikan kehidupan Desa Adat Sade. Aset budaya yang terdampak juga perlu didata, didokumentasikan, dan dipulihkan agar identitas serta pengetahuan masyarakat tidak hilang.

Ia mencontohkan manuskrip mengenai sejarah desa, pengetahuan tradisional, dan kearifan lokal perlu didokumentasikan sebagai bagian dari upaya pelestarian.

Ekonomi Warga Juga Perlu Dipulihkan

Azril juga menekankan pentingnya pendampingan bagi masyarakat agar kegiatan ekonomi berbasis budaya dapat kembali berjalan. Usaha kerajinan, kesenian, dan fesyen tradisional dinilai perlu mendapat dukungan setelah terdampak kebakaran.

ICPI, kata dia, siap membantu proses pemulihan, termasuk mendorong kembali aktivitas pariwisata berbasis budaya di Desa Adat Sade.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya telah meninjau kondisi desa tersebut dan menyatakan kesiapan kementeriannya membantu proses pemulihan. Bantuan yang diperlukan antara lain modal kerja, alat menenun, serta sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat terdampak.

Pemerintah Selamatkan Aset Budaya yang Tersisa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya mengatakan pemerintah memprioritaskan pengamanan dan identifikasi objek budaya yang masih tersisa dalam fase tanggap darurat pascakebakaran.

Penyelamatan fisik dilakukan dengan menyisir reruntuhan untuk mencari dan menyelamatkan sisa kain tenun atau wastra, benda pusaka seperti keris dan tombak, serta fragmen manuskrip kuno yang terdampak kebakaran.

Sementara penyelamatan nonfisik dilakukan melalui pendokumentasian ingatan kolektif, cerita rakyat, sejarah lokal, dan pengetahuan tradisional dari para tetua adat.

Kementerian Kebudayaan juga telah mengusulkan rekomendasi pemulihan dan rencana aksi bersama pemerintah daerah serta pemangku adat. Rekomendasi tersebut mencakup pemulihan kondisi fisik, perekonomian masyarakat, dan objek pemajuan kebudayaan di Desa Adat Sade. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
ICPI Desa Adat Sade aset budaya LOMBOK TENGAH