PONTIANAK POST — Menghadapi situasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat yang terdampak paparan abu vulkanik diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk perlindungan optimal, jenis masker yang direkomendasikan adalah tipe N95 atau KN95 karena memiliki efisiensi filtrasi terhadap partikel halus di atas 95 persen. Namun, di tengah situasi darurat bencana ini, jagat media sosial justru dihebohkan oleh maraknya keluhan masyarakat terkait lonjakan harga masker yang naik secara mendadak dan tidak rasional.
Harga Melonjak hingga Berkali-kali Lipat
Keluhan mengenai lonjakan harga masker tersebut salah satunya disuarakan oleh selebritas Nana Mirdad melalui unggahan di platform media sosial Threads. “Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan, liat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi Rp180 ribu per biji. Sementara paginya masih dijual di harga Rp12 ribu aja,” tulisnya pada Senin (7/9).
Baca Juga: Kabut Asap Sintang Makin Pekat, Pemkab Bagikan 3.000 Masker di Tiga Lokasi
Ia mengaku memaklumi prinsip bisnis yang mencari keuntungan, namun sangat menyayangkan praktik spekulasi harga di tengah kondisi bencana. “Memang, jualan goalnya profit. Tapi ngga usah securang ini pada saat bencana kali ya,” lanjutnya.
“Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” tulisnya.
Keluhan senada diungkapkan oleh pembuat konten (content creator) Angelinngel. Ia menyoroti perubahan harga secara drastis saat tengah melakukan transaksi pemesanan di toko online (online shop). “Yang mau nimbun masker sama maskernya dihargai sampai tinggi tu maksudnya gimana sih? Dari harga awalnya cuma Rp30 ribuan tiba-tiba jadi Rp120 ribu?” ujarnya dalam unggahan video di Instagram.
“Maksudnya gimana ya, ini kan kita lagi butuh dan maskernya untuk beberapa hari karena abu vulkanik gimana anginnya. Dibikin harga segitu? Yang bener aja,” sambungnya.
Baca Juga: Pameran Pembangunan Sintang Kembali Ditunda, Kabut Asap Pekat Jadi Pertimbangan Utama
Pesanan Dibatalkan Sepihak dan Seruan Boikot
Selain persoalan kenaikan harga yang melonjak hingga belasan kali lipat, sejumlah warganet mengeluhkan tindakan penjual yang membatalkan pesanan secara sepihak demi menjual kembali produk dengan harga jauh lebih tinggi.
“Gue check out produk dia pagi jam 7.40 WIB. Tiba-tiba banget malam jam 21.48 WIB di chat stok tidak ready. Kenapa sih orang orang memanfaatkan keadaan banget, menaikkan harga lalu cancel yang dapet harga lama. Itu gue check out bukan siang loh bisa-bisanya di bilang stok tidak ready,” tulis akun @vaa*****.
“Semalem gue check out terus tadi pagi di-cancel katanya naik harga. Pas liat harga barunya bener-bener naik 10x lipat,” tulis akun @bap****.
Geram dengan aksi spekulasi para penjual nakal tersebut, warganet di media sosial kini mulai mengimpun daftar toko online yang melipatgandakan harga masker serta menggalang aksi pemboikotan massal. (*)
Editor : Miftahul Khair