Tiga Bandara Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Gunung Anak Krakatau

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 07:21 WIB
ILUSTRASI - Sejumlah pesawat terparkir di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)
ILUSTRASI - Sejumlah pesawat terparkir di area Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi Samsul M)

PONTIANAK POST - Operasional penerbangan di tiga bandara kembali dibuka setelah sempat dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Ketiga bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan pembukaan kembali layanan penerbangan tersebut mengacu pada Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia yang menetapkan status resumed operations. Ketentuan itu diterbitkan pada Selasa pukul 00.30 WIB.

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Selasa.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi mulai pukul 00.30 WIB pada 8 September 2026. Selanjutnya, Bandara Halim Perdanakusuma berstatus resumed operations mulai pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara mulai pukul 00.42 WIB.

Sebelum operasional dibuka kembali, pengelola bandara menjalankan sejumlah prosedur keselamatan. Salah satunya pembersihan abu vulkanik di seluruh area sisi udara, meliputi apron, taxiway, hingga runway.

Pemulihan Penerbangan Dilakukan Bertahap

Selain pembersihan, pengelola juga melakukan pengujian kekesatan runway untuk memastikan fasilitas tersebut memenuhi standar keselamatan penerbangan.

“Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," ujarnya.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan pemulihan operasional di bandara tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Pengaturan arus penerbangan dilakukan melalui Air Traffic Flow Management (ATFM) pada tahap awal pemulihan.

"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," terangnya.

Menurut Heru, pengaturan lalu lintas penerbangan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Salah satu fokusnya adalah mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak sekaligus mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang, Bandara Soekarno-Hatta juga berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada dari dan menuju bandara.

"Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan," kata dia, (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
gunung anak krakatau bandara operasional abu vulkanik