Tujuh Bandara Dibuka Bertahap, Pesawat Wajib Diinspeksi sebelum Terbang

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 22:18 WIB
Sejumlah calon penumpang pesawat memadati Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (08/09/2026). Kepadatan terjadi setelah otoritas Bandara Soetta membuka kembali penerbangan setelah dua hari bandara tersebut ditutup akibat papara abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Sejumlah calon penumpang pesawat memadati Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (08/09/2026). Kepadatan terjadi setelah otoritas Bandara Soetta membuka kembali penerbangan setelah dua hari bandara tersebut ditutup akibat papara abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

 

PONTINAK POST – Tujuh bandara di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Lampung kembali beroperasi setelah tiga hari terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun, penerbangan belum sepenuhnya normal karena seluruh pesawat wajib menjalani inspeksi sebelum diterbangkan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada abu vulkanik yang menempel pada badan pesawat maupun masuk ke mesin. Partikel abu yang sangat halus dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pembukaan bandara dilakukan secara bertahap mulai Selasa (8/9) dini hari. Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara menjadi tiga bandara yang pertama dibuka.

Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe menyusul pada pukul 02.25 WIB. Dua bandara di Lampung, yakni Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas, kembali beroperasi pada pagi hari.

“Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini juga disertai sejumlah catatan. Otoritas bandara bersama maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat,” kata Dudy di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

Abu Bisa Masuk Mesin

Menurut Dudy, ukuran partikel abu vulkanik sangat kecil sehingga berpotensi masuk ke bagian mesin. Risiko tersebut tetap ada meski pesawat telah diparkir dan mesinnya dilindungi.

Karena itu, pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan sebelum pesawat kembali melayani penerbangan komersial. Pilot dan kru juga diminta menghindari restricted polygon atau wilayah udara yang masih berpotensi mengandung abu vulkanik.

Awan Abu Masih Terdeteksi

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, operasional ketujuh bandara masih dalam pemantauan. Awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan.

Pilot diminta tetap berhati-hati selama proses keberangkatan dan pendaratan. AirNav terus memantau sebaran abu, termasuk melalui paper test volcanic ash secara berkala di sejumlah bandara terdampak.

“Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan,” kata Hermana. (raf/oni)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
erupsi Anak Krakatau bandara kembali dibuka penerbangan Soekarno-Hatta inspeksi pesawat abu vulkanik