PONTIANAK POST- Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi industri ban dan teknologi pendukung alat berat karena besarnya aktivitas pertambangan batu bara serta mineral kritis, kondisi yang mendorong produsen global memperkuat kehadirannya di sektor pertambangan nasional.
Salah satunya dilakukan produsen ban asal India, Ascenso Tyres, yang mulai memperluas bisnis ke segmen pertambangan dengan dukungan investasi lebih dari 100 juta dolar AS dan fasilitas manufaktur berteknologi mutakhir.
Managing Director Ascenso Tyres Yogesh Mahansaria mengatakan kebutuhan industri pertambangan terus berkembang seiring semakin kompleksnya aktivitas operasional di lapangan.
“Industri pertambangan kini menghadapi kebutuhan operasional yang semakin kompleks, sehingga tuntutan terhadap performa alat berat dan ban juga terus meningkat," kata Yogesh Mahansaria dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Ekspansi tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap pasar ban Radial Off The Road (R-OTR), khususnya untuk memenuhi kebutuhan pertambangan global yang menuntut ketahanan dan performa tinggi.
Menurut Yogesh, kehadiran lini R-OTR menambah pilihan produk Ascenso untuk menjawab kebutuhan operasional pertambangan. Perusahaan juga memperluas kerja sama dengan mitra lokal sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis di Indonesia.
Pengembangan produk R-OTR telah dimulai sejak akhir 2023 di fasilitas manufaktur Ascenso di India. Produk tersebut dikembangkan untuk merespons pertumbuhan kebutuhan ban radial berperforma tinggi bagi kendaraan dan alat berat pertambangan di berbagai pasar.
Pada Mining Indonesia 2026 yang digelar pada 9–12 September di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Ascenso memperkenalkan platform R-OTR berukuran 49 inci yang ditujukan bagi kebutuhan alat berat di sektor pertambangan.
"Peralihan kami ke Radial OTR merupakan respons langsung terhadap kebutuhan yang disampaikan pelanggan di berbagai wilayah, yakni kebutuhan akan mitra ban yang mampu mengimbangi tuntutan performa operasi pertambangan modern," ujar Yogesh.
Sementara itu, CEO Ascenso Tyres Dhaval Nanavati mengatakan perusahaan telah membangun basis bisnis yang kuat dalam empat tahun terakhir melalui sektor pertanian, kehutanan, dan konstruksi.
Pengalaman tersebut, menurut Dhaval, menjadi landasan bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan pengguna secara langsung sebelum memasuki industri pertambangan.
"Saat memasuki sektor pertambangan, kami tetap berpegang pada pendekatan yang sama, yaitu memahami kebutuhan pelanggan langsung dari lapangan," ujar Dhaval Nanavati. (ant)
Sumber : Antara